SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Meningkatnya kasus diabetes melitus (DM) di Provinsi Banten menjadi perhatian serius pemerintah. Di tengah tren kenaikan penderita yang tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, peran keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah diabetes sejak dini, terutama pada anak dan remaja.
Berdasarkan materi edukasi kesehatan yang disusun oleh akademisi keperawatan, keluarga memiliki peran penting dalam mengatur pola makan anak penderita diabetes maupun mencegah munculnya penyakit tersebut melalui penerapan pola hidup sehat di rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengatakan tren diabetes di Banten terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebanyak 176.538 kasus, kemudian meningkat menjadi 225.026 kasus pada 2024. Bahkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di masyarakat.
Menurut Ati, perubahan pola hidup menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes, khususnya pada kelompok usia muda.
“Yang harus menjadi perhatian adalah pola makan dan aktivitas fisik. Saat ini banyak anak dan remaja mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sementara aktivitas fisiknya semakin berkurang,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.
Ia mengimbau para orang tua untuk mulai membiasakan pola makan sehat di lingkungan keluarga. Langkah sederhana seperti membatasi konsumsi minuman manis, memperbanyak sayur dan buah, serta mengajak anak berolahraga secara rutin dinilai sangat penting untuk mencegah diabetes.
“Jangan menunggu sakit dulu. Biasakan keluarga menerapkan pola hidup sehat, kurangi gula berlebih, rajin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” katanya.
Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan bahwa pola makan anak dengan diabetes harus memperhatikan keseimbangan gizi, pengaturan porsi, pemilihan karbohidrat kompleks, serta konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Keluarga juga dianjurkan menghindari makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak serta membiasakan jadwal makan yang teratur.
Selain itu, orang tua disarankan memantau asupan makanan anak setiap hari dan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala untuk mengetahui respons tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Ati menuturkan, diabetes kini tidak hanya menyerang orang dewasa. Dinas Kesehatan Banten bahkan menemukan kasus diabetes pada anak serta tingginya jumlah penderita pada kelompok Generasi Z. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh keluarga untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat sejak usia dini.
“Peran keluarga sangat penting. Anak akan lebih mudah menerapkan pola hidup sehat apabila seluruh anggota keluarga juga menjalankannya secara konsisten,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Banten terus menggalakkan skrining kesehatan di sekolah dan masyarakat sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan diharapkan mampu menekan laju peningkatan kasus diabetes di Provinsi Banten.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: AGung S Pambudi









