CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pantai Anyer, Kabupaten Serang, menjadi destinasi favorit wisatawan saat libur Lebaran 2025.
Tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke pantai menyebabkan kepadatan kendaraan di jalur menuju kawasan wisata tersebut.
Oleh karena itu, pelaku usaha setempat menyarankan wisatawan untuk berangkat lebih pagi guna menghindari kepadatan dan mendapatkan lokasi wisata yang diinginkan.
Salah satu pelaku usaha di Pantai Anyer, Resha Pahlevi, menyarankan wisatawan agar datang sejak pagi untuk menghindari antrean panjang dan memastikan tempat di lokasi wisata favorit.
“Kalau berangkat pagi, bisa memilih lokasi yang diinginkan tanpa harus terjebak kepadatan kendaraan,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (2/4).
Menurutnya, mayoritas wisatawan berangkat setelah Subuh, menyebabkan kepadatan terjadi sejak pagi hari.
“Makanya kasihan tuh, yang sudah macet-macetan tapi begitu sampai di Anyer malah ditutup karena sudah penuh,” ungkapnya.
Resha menjelaskan bahwa hampir semua lokasi parkir di sekitar pantai sudah penuh sebelum waktu Dzuhur.
“Banyak masyarakat sekitar yang membuka area parkir di seberang pantai karena lokasi utama sudah tidak bisa menampung kendaraan,” katanya.
Dari pengamatannya, kepadatan mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB, ketika jumlah kendaraan yang masuk dan keluar semakin banyak.
“Sekitar jam 12 siang itu padat total. Saya tadi saja dari Stasiun Kerenceng ke Anyer, banyak kendaraan yang di-stop karena sistem one way,” tuturnya.
Namun, ia mengapresiasi pengaturan lalu lintas oleh kepolisian yang membantu mengendalikan arus kendaraan meskipun lonjakan wisatawan tidak terhindarkan.
“Alhamdulillah kalau di Anyer ramai lancar, karena tidak dipungkiri berkat kontribusi pengaturan kendaraan dari polisi jadi tidak terlalu hectic,” ujarnya.
Menurutnya, sistem one way yang diterapkan di jam-jam tertentu sangat membantu mengatur arus kendaraan agar lebih teratur.
“Di jam tertentu ada yang harus menunggu, tapi di sisi lain lalu lintas jadi lebih tertata,” tambahnya.
Terkait infrastruktur, Resha mengapresiasi perbaikan jalan yang telah dilakukan pemerintah. Namun, ia menyoroti masih adanya titik-titik di jalur nasional yang minim penerangan.
“Alhamdulillah untuk infrastruktur jalan banyak diperbaiki, cuma perihal penerangan masih kurang. Ada beberapa titik yang belum terang padahal jalan nasional, banyak yang mati dan belum diperbaiki,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera menangani persoalan penerangan jalan agar perjalanan wisatawan menuju Anyer lebih aman, terutama saat malam hari.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











