SERANG – Hujan deras disertai angin kencang kembali meneror warga. Kali ini, empat rumah rusak tertimpa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut. Yakni, tiga rumah di Kecamatan Ciomas dan satu rumah di Kecamatan Mancak.
Pohon tumbang yang menimpa rumah milik warga bernama Madyani hingga rusak berat di Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas terjadi pada Jumat (1/12). Pada hari yang sama, pohon tumbang juga menimpa dua rumah warga bernama Turi dan Sata di Desa Ujungtebu, Kecamatan Ciomas. Beruntung, kedua rumah hanya mengalami rusak ringan.
Keesokan harinya, Sabtu (2/12), pohon tumbang juga merusak rumah warga milik Junaedi di Desa Labuan, Kecamatan Mancak.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Ciomas Bripka Ucu Kuswara saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa rumah yang tertimpa pohon di Desa Cemplang terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Saat kejadian, ada tiga penghuni rumah sedang terlelap tidur. Beruntung, penghuni rumah tidur di bagian belakang rumah sehingga selamat dari bencana. “Rumahnya tertimpa pohon petai, rusak berat. Yang tidur ibu dan anak-anaknya, bapaknya lagi jualan di Balaraja,” ujarnya via WhatsApp, Minggu (3/12).
Hingga kemarin, diungkapkan Ucu, kondisi rumah masih rusak pada bagian atap dan depan mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon berukuran cukup besar. Untuk sementara, keluarga Madyani mengungsi di rumah orang tuanya. “Mau diperbaiki juga belum punya biaya,” katanya.
Kata Ucu, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian bersama warga setempat untuk membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi pohon. “Kerugian sekitar Rp 20 juta. Bantuan (hingga kemarin-red) belum ada,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma membenarkan, beberapa rumah warga di dua kecamatan rusak tertimpa pohon akibat angin kencang. Namun, pria berkumis tebal itu memastikan bahwa rumah warga di Desa Ujungtebu, Kecamatan Ciomas dan Desa Labuan, Kecamatan Mancak hanya mengalami rusak ringan saja. “Kondisi terakhir pohon tumbang sudah ditangani, dan rumah sudah bisa ditempati kembali,” tegas mantan Asisten Daerah (Asda) I Pemkab itu.
Nana mengaku, sudah menerjunkan anggotanya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assesment. Katanya, proses evakuasi pohon dan pembersihan puing-puing sisa reruntuhan pun sudah dilakukan bersama warga setempat. “Sudah disalurkan bantuan logistik juga ke lokasi kejadian untuk korban,” katanya. (Rozak/RBG)











