SERANG – Sesosok mayat perempuan ditemukan tergeletak di Sungai Cibongor, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (13/12). Diduga korban bernama Siti Marhatusholikhat (18) tewas lantaran dibunuh.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban ditemukan sekira pukul 16.49 WIB di antara timbunan sampah di Sungai Cibongor. Korban ditemukan mengenakan kaus putih, celana panjang warna biru, dalam keadaan bengkak, dan sudah membusuk. “Kemarin (Rabu-red), ada orang datang. Saya tanyaain, cariin apa sih, Pak? Dia bilang, ponakannya hilang sudah berapa hari. Tanya orang pintar, ada di wilayah Cibongor. Dicariin, katanya sih ketemu. Habis itu laporan ke polsek,” kata Ulum, warga sekitar, Kamis (14/12).
Setelah dilaporkan, polisi kemudian membawa korban ke Rumah Sakit (RS) dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang, untuk diautopsi. “Atuh enggak ngerasain (bau-red). Kan jauh dari sini (sungai dengan sawah-red),” kata Ulum.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat menghilang selama hampir dua pekan. Putri pasangan Rofiedi dan Euis itu meninggalkan rumah setelah diminta mengantarkan pesanan cireng crispy pada Kamis (30/11). Korban meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol A 2461 GE.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Cikeusal Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Cuaib mengatakan, sebelumnya korban menghilang sejak 30 November 2017 lalu. Korban meninggalkan rumah untuk mengantar barang dagangan ibunya. “Kemudian mengabari ibunya, katanya mau main di tempat temannya,” katanya.
Lanjut Cuaib, hingga larut malam korban tak kunjung pulang ke rumah. Korban juga sempat menjadi daftar pencarian orang hilang selama 13 hari. Namun, pada 13 Desember jasad korban ditemukan oleh warga setempat di tumpukan sampah Sungai Cibongor, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal.
Cuaib mengatakan, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Menurut Cuaib, dugaan sementara ada kaitannya dengan tindakan yang melawan hukum, yakni pembunuhan. “Kemungkinan besar ke arah sana (pembunuhan-red),” terangnya.
Dikatakan Cuaib, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dikebumikan kemarin siang. Pihak kepolisian terus melakukan penelusuran terkait kasus penemuan mayat tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diungkap semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Drajat Prawiranegara dr Budi Suhendar Spf mengaku, menemukan bekas kekerasan benda tumpul pada wajah korban. “Kondisi jenazah sudah membusuk sehingga perlu pemeriksaan lanjutan ada tidaknya kekerasan di tempat lain,” ungkap Budi. (Rozak-Merwanda/RBG)











