CILEGON – Guna meminimalisir usia pelajar di Kota Cilegon terjerat narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon menggelar road show di sejumlah sekolah. Road show ini dilakukan lantaran angka pengguna narkoba dari kalangan pelajar terbilang tinggi.
Seksi Penyuluh, Pencegahan dan Pemberdayaan SDM pada BNN Kota Cilegon, Nunung Nurhayati mengaku di setiap sekolah di Kota Cilegon pihaknya membentuk Satgas Anti Narkoba yang anggota di dalamnya dari kalangan pelajar.
“Untuk membantu program BNN, Satgas Anti Narkoba ini kita bentuk di setiap sekolah. Agar para pelajar yang menjadi anggotanya dapat memberikan pemahaman kepada pelajar lainnya akan bahaya narkoba, agar dapat melindungi sesama teman,” ujarnya, Rabu (24/1).
Ia menjelaskan, narkoba telah sangat mengancam kepada usia pelajar. Bahkan, lanjutnya, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh BNN Kota Cilegon rata-rata di setiap sekolah ada beberapa pelajar yang telah menjadi korban narkoba.
“Kalau jumlahnya masih signifikan. Tapi hasil survei membuktikan bahwa tidak ada satu sekolah pun yang steril dari narkoba. Di setiap sekolah ada sekira empat orang yang telah menjadi pemakainya,” katanya.
Ia mengaku dalam waktu dekat akan menggelar razia dan tes urine narkoba dengan targetnya setiap sekolah di Kota Cilegon. BNN Kota Cilegon juga menggandeng MUI Kota Cilegon dalam gerakan membentuk Satgas Anti Narkoba di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Cilegon. “Ini untuk percontohan kita,” tuturnya.
Terpisah, Ketua MUI Kecamatan Cilegon, Inas Nasrullah mengaku pembentukan Satgas Anti Narkoba di setiap sekolah termasuk dalam kegiatan pembinaan remaja di masyarakat. Ia mengaku Satgas Anti Narkoba itu akan ditularkan juga hingga remaja Islam masjid (Risma).
“Ini sangat strategis. Karena ini untuk menekan kenakalan di kalangan remaja. Pornografi, dan tawuran, utama narkoba ini yang harus ditekan dari kenakalan remaja,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)











