LEBAK – Seorang laki-laki bernama Abdul Alim (14) yang mengaku sebagai santri di pondok pesantren Nurul Azijah diketahui tidak tahu jalan pulang.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Banten, santri tersebut ditemukan oleh guru di SMKN 1 Pandeglang dan diantarkan ke Polsek Rangkasbitung oleh guru tersebut, lantaran ia mengaku pesantrennya ada di kota Rangkasbitung.
Dikatakan Kapolsek Rangkasbitung AKP Tomi Hadi Supena bahwa anak tersebut saat ini sedang berada di Polsek Rangkasbitung. “Kita sedang upayakan mencari pesantrennya, saat dimintai keterangan, si santri ini tidak jelas memberikan keterangannya,” ujarnya melalui sambungan selulernya.
“Kita juga sudah menyebarkan informasi ini ke grup desa di wilayah hukum Rangkasbitung, namun belum ada perkembangannya,” tutupnya.
Terpisah, Kanitreskirim Polsek Rangkasbitung Ipda Tono Martono menjelaskan, kedatangan santri tersebut diantarkan oleh kedua guru SMKN 1 Pandeglang, karena mengaku ia merupakan santri di kota Rangkasbitung.
“Tapi saat ini sedang dalam pencarian, menurut keterangan ia merupakan santri di pondok pesantren salafiyah Nurul Azijah, yang dipimpin oleh KH. Ujang. Saat ini masih kita upayakan untuk mencari pesantren tersebut,” ujarnya.
“Dalam keterangan ia juga mengaku adalah warga pasir, tapi tidak tahu pasir mana,” tukasnya. (Omat/twokhe@gmail.com)










