SERANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Ridwan mengatakan jalan rusak yang berlumpur di Kampung Lipatik, Desa Tegalsari, Kecamatan Walantaka, sedang ditangani untuk dilakukan perbaikan berupa pemeliharaan, Kamis (22/2).
Penanganan jalan penghubung menuju Polda Banten dan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten yang dilakukan saat ini bersifat insidentil. “Kami hari ini melakukan perbaikan di jalan Kampung Lipatik. Silakan cek,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis (22/2).
Kata Ridwan, pihaknya sedang melakukan persiapan proses administrasi. “Awal-awal tahun segala sesuatunya kami persiapkan. Untuk menjaga kondisi jalan tidak rusak, untuk sementara proses pemeliharaan dulu. Supaya jalan layak pakai tidak seperti sekarang (rusak-red),” paparnya.
Ia mengatakan, dua hingga tiga bulan mendatang, proses pembangunan akan dilaksanakan untuk jalan sepanjang 6 kilometer ini. Jalan rusak yang diprotes warga ini dalam pemeliharaan dan pembangunannya masuk pada kewenangan Pemerintah Kota Serang.
Ia mengakui sebelumnya sempat ada perbaikan jalan 50 meter ke arah Polda Banten dan 50 meter jalan menuju Walantaka. Selama ini, jalan yang mengalami kerusakan hanya dilakukan patching (penambalan-red). Ridwan menyebutkan penyebab jalan mudah rusak karena faktor cuaca dan sistem drainase yang belum optimal.
“Sekarang untuk penanganan insidentil, kami masuk pemeliharaan. Mudah-mudahan 2-3 bulan ke depan ada pembangunan,” pungkasnya.
Sebelumnya ramai diberitakan, jalan di Kampung Lipatik, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang rusak parah. Oleh warga ditanami pohon pisang sebagai bentuk aspirasi keluhan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.
Jalan berlubang ini di musim hujan nampak seperti kubangan. Tampak juga boneka kayu yang mengenakan helm hitam dan kain putih, di bagian dada boneka terdapat karton bertuliskan ‘Pemkot Sibuk Pilkada’.
Di kubangan jalan lainnya, terdapat pohon pisang juga yang digantungi kertas karton bertuliskan ‘Pemkot Mikirin Pilkada, Jalan Rusak Kaya Empang’. Pohon pisang itu diletakkan juga kursi bekas. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)








