TANGERANG – Sopir taksi online Sugiarto menjadi korban perampasan. Ia ditodongkan pistol dan dijerat senar gitar. Pelakunya ada dua orang, yakni Giri dan Egy. Tim Resmob Polres Metro Tangerang Kota meringkus keduanya di daerah Cianjur setelah dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan saat ditangkap. Perampasan taksi online itu terjadi di daerah Alamsutera, Kecamatan Pinang, Minggu (10/6) lalu sekira pukul 05.00 WIB. Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menjadi penumpang.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, kedua pelaku naik dari daerah Harmoni, Jakarta Barat dengan tujuan Pasar 8 Alamsutera. Setibanya di Jalan Raya Lingkarbarat Alamsutera, salah satu pelaku menyuruh Sugiarto berhenti. Setelah korban menghentikan mobil yang ia kendarai, pelaku menodongkan senjata api ke kepala korban dan menjerat leher korban dengan senar gitar. ”Kedua pelaku duduk di bangku belakang mobil, setelah korban ditodong pistol dan dijerat senar gitar tangan korban diikat dan matanya ditutup menggunakan lakban,” kata Harry saat rilis di halaman Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu (23/6) lalu.
Setelah itu, Sugiarto dipindahkan ke bangku belakang, pelaku mengendarai mobil dan Sugiarto diturunkan di sekitar area persawahan Cianjur. ”Korban berhasil melepas ikatan dan meminta tolong warga melapor ke Mapolsek Sukanegara diteruskan ke Polres Metro Tangerang Kota,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap mobil Avanza hitam bernopol B 2049 BZB yang telah diganti dengan nopol D 1179 NIE di lapangan Garogol, Desa Cibulakan, Kecamatan Cigenang, Kabupaten Cianjur. ”Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap dua pelaku dan mobil, kami mendapati satu pucuk airsoft gun aktif,” tutur Harry.
Harry menyebutkan, kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. ”Sementara Avanza yang berhasil kami amankan langsung diserahkan kepada korban,” pungkasnya.
Sementara itu, korban, Sugiarto mengaku, pelaku juga mengancam akan membunuh dirinya. ”Saya diancam dibunuh. Mata saya ditutup pakai lakban dan dibuang di Cianjur,” ungkapnya. (Hairul Alwan/RBG)









