LEBAK – Kunjungan Walikota Bandung yang juga Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, cukup membuat semringah Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Bagaimana tidak, selain mampu menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman bidang ketahanan pangan, Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- juga akan mempromosikan wisata Baduy.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya cukup bangga dengan kunjungan yang dilakukan Kang Emil. Pihaknya bahkan memperkuat kerja sama antara Lebak dengan Kota Bandung dari sisi suplai ketahanan pangan dan promosi wisata Baduy. “Kita (Pemkab Lebak-red) siap menjadi pemasok produk pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung,” kata Iti.
“Kota Bandung adalah kota konsumen dan melihat potensi bahwa kita adalah produsen. Ini merupakan langkah yang cukup menjanjikan bagi Pemkab Lebak karena selama ini kita kesulitan untuk memasarkan produk-produk kita. Semoga ke depan bisa saling mendukung demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sambung mantan anggota DPR RI ini.
Soal wisata Baduy yang akan diperkenalkan di Kota Bandung, Iti mengapresiasi. “Kami bangga dikunjungi oleh Pak Ridwan Kamil dan bermalam di Baduy. Semoga ini menjadi motivasi seiring dengan program Wisata yang tengah kita kembangkan,” tukas ketua Demokrat Banten ini.
Menurut Kang Emil, penandatanganan MoU bidang ketahanan pangan ini hanya sebagai pembuka gerbang saja untuk kerja sama lain yakni peternakan, pertanian dan pariwisata. “Ya, kami minta bantuan Kabupaten Lebak untuk mensuplai kebutuhan masyarakat Bandung khususnya dalam bidang ketapang (ketahanan pangan-red), karena Lebak ini salah satu pensuplai ketahanan pangan khususnya beras di Banten,” ujar Kang Emil usai penandatangan MoU Ketapang, kepada wartawan di pendopo Setda Lebak, Senin (29/8).
Dia menyatakan siap mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Lebak. “Tahun lalu, saya sudah berkomitmen untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Lebak,” katanya.
Komitmen tersebut, kata Emil, akan mendirikan gedung Baduy Store di Kota Bandung untuk menampung produk khas masyarakat adat Baduy yang rencananya akan diresmikan Desember mendatang. “Saya juga telah berkomitmen untuk membantu memasarkan produk Baduy, terutama kain tenunnya yang keren banget. Insya Allah pada akhir tahun nanti akan dibangun Baduy Store yang menjual beragam produk khas Baduy,” ungkapnya. (Nurabidin Ence/RBG)











