• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

2.000 Burung Berkicau Selundupan Ditemukan Mati

Redaksi by Redaksi
Jumat, 31 Agustus 2018 14:40
in Berita Utama, Umum
2.000 Burung Berkicau Selundupan Ditemukan Mati

BKP Kelas II Cilegon bersama BKSDA melepasliarkan ribuan burung berkicau di Gunungsari, Kabupaten Serang, Rabu (29/8). Burung-burung selundupan itu hasil operasi di Pelabuhan Merak. DOK. BKP KELAS II CILEGON

CILEGON – Lebih dari 2.000 burung berkicau ditemukan mati di dalam mobil Avanza dengan nomor polisi BG 1382 TC. Berdasarkan keterangan pemilik, burung-burung yang diketahui jenis gelatik batu, ciblek, dan pleci itu diketahui berasal dari Palembang.

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho menjelaskan, hal itu terungkap saat petugas BKP Kelas II Cilegon mendapatkan laporan dari masyarakat dugaan penyelundupan hewan menggunakan kendaraan roda empat.

RelatedPosts

Marsen Sinaga

Dandim 0602/Serang Ajak Insan Media Perkuat Sinergitas

Kamis, 5 November 2026 17:46
Desa belum ajukan Banprov Banten

Lambat Rampungkan Administrasi, Ratusan Desa di Banten Belum Dapat Banprov

Kamis, 5 November 2026 16:08
Polda Banten

Terima Rombongan Radar Banten Grup, Kapolda Apresiasi Kolaborasi yang Sudah Berjalan

Kamis, 5 November 2026 15:08
PT ABM bidik dividen untuk PAD

PT ABM Bidik Dividen untuk PAD Banten, Perluas Bisnis B2B ke Sektor Industri

Kamis, 5 November 2026 14:04

Berbekal informasi itu, petugas berhasil menggagalkan upaya melanggar hukum tersebut saat tiba di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Rabu (29/8). Saat diperiksa, di dalam kendaraan berwarna silver itu terdapat ribuan burung-burung berukuran mini itu.

Berdasarkan keterangan pelaku yang bernama Tarsidik, jumlah burung yang berada di dalam mobil itu sebanyak 6.000 ekor. Tidak diketahui secara terperinci jumlah untuk masing-masing jenis burung tersebut. “Saat kita giring ke kantor (BKP Kelas II Cilegon), kita periksa banyak burung yang mati, diperhitungkan lebih dari 2.000,” ujar Raden saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (30/8).

Diduga, burung-burung mati karena stres dan kepanasan akibat pengemasan yang seadanya dan berdesakan selama perjalanan dari Sumatera hingga ke Jawa. “Tahu banyak yang mati, kita khawatir yang masih hidup juga akan mati sehingga kita berkoordinas dengan KSDA untuk dilepaskan sore itu juga,” papar Raden.

Sementara burung-burung yang masih hidup langsung dilepaskan di area Gunung Sari, Kabupaten Serang. “Itu bukan hewan yang dilindungi, tapi pemilik tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen, tidak izin,” paparnya.

Akibat perbuatannya itu, lanjut Raden, pemilik bisa terkena sanksi pidana. Namun untuk proses selanjutnya BKP akan mengumpulkan sejumlah data terlebih dulu. “Sanksinya pidana berapa tahun dilihat nanti pada proses hukumnya,” ujar Raden.

Kepala Seksi Karantina Hewan pada BKP Kelas II Cilegon Rifky Danial menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan, BKP Kelas II Cilegon bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak dan Polsek Pulomerak melakukan pengintaian sejak Rabu (29/8) pukul 1 dini hari. “Pelaku sempat kabur, lalu kita kejar dan berhasil diamankan,” tutur Rifky.

Rencananya, burung-burung yang berasal dari Palembang itu akan dibawa ke Tangerang untuk dijual. Berdasarkan informasi, sudah ada pihak pembeli yang menunggu di daerah itu. “Sebanyak 6.000 burung itu dibawa dalam satu mobil. Jadi kursi tengah dan belakang dilipat, lalu semua burung dimasukkan. Burung-burung yang mati paling banyak di bagian belakang, karena sedikit oksigen dan terbentur pintu belakang,” ujarnya.

BKP bersama BKSDA terpaksa melepasliarkan burung-burung itu karena tidak mau ambil risiko semakin banyak burung-burung yang mati. “Karena kecil, burung-burung itu rentan mati. Dan memang perawatannya juga tidak bisa asal,” tuturnya. (Bayu M/RBG)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kemarau, Debit Air Bendung Pamarayan Menyusut

Next Post

FORKI Banten Terjunkan 32 Atlet di Kejurnas Panglima TNI

Next Post
FORKI Banten Terjunkan 32 Atlet di Kejurnas Panglima TNI

FORKI Banten Terjunkan 32 Atlet di Kejurnas Panglima TNI

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Stasiun Cipocok Kota Serang

Stasiun Cipocok Kota Serang Diusulkan Kembali Aktif

Rabu, 4 November 2026 16:34
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08
PPPK Paruh Waktu Cilegon

Kekurangan Pegawai, Pemkot Cilegon Pindahkan PPPK Paruh Waktu ke Sejumlah OPD

Rabu, 4 November 2026 14:10
DPRD Cilegon Minta Polemik Kenaikan Honor RT/RW Disikapi Bijak

DPRD Cilegon Minta Polemik Kenaikan Honor RT/RW Disikapi Bijak

Rabu, 4 November 2026 07:15

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

BUMDes Cipta Mandiri Harjatani

Budidaya Lele dan Kebun Melon Desa Harjatani Dongkrak Ekonomi Warga, Sekali Panen Raup Puluhan Juta

by Haidaroh
Kamis, 5 November 2026 18:39
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Mandiri Harjatani, membangun...

Marsen Sinaga

Dandim 0602/Serang Ajak Insan Media Perkuat Sinergitas

by Fahmi
Kamis, 5 November 2026 17:46
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang Kolonel Inf Marsen Sinaga mengajak insan pers memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menyampaikan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.