SERANG – Pemprov Banten menargetkan pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak akan selesai pada 2019. Saat ini proses pembangunan Waduk Karian baru mencapai 50 persen, seperti halnya pembangunan Waduk Sindangheula di Kabupaten Serang.
“Targetnya kan 2019 sudah diresmikan. Termasuk juga bagaimana nanti air masuk ke waduk, berapa genangan yang disiapkan, normalnya berapa, kalau musim banjir bagaimana. Itu nanti (urusan-red) Pak Kepala Balai Besar Daerah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR),” kata Ino kepada wartawan akhir pekan lalu.
Dijelaskan Ino, Waduk Karian merupakan salah satu proyek strategis nasional di Banten yang mempunyai kapasitas air besar. “Kalau Waduk Karian itu kapasitasnya 314 juta meter kubik, kalau Sindangheula itu 10 juta meter kubik,” jelasnya.
Ino memastikan, Pemprov Banten juga telah menyiapkan mitigasi bencana yang diakibatkan jebolnya waduk. Berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD Banten, terkait hal tersebut perlu ada rencana kontinjensi (rencana persiapan). “Jadi kalau terjadi bencana kita sudah ada persiapan. Tapi kita juga tidak berharap akan terjadi bencana, karena bendungan juga dibuat dengan sebaik-baiknya, dan kontruksinya juga baik,” jelasnya.
Kepala Balai Besar Daerah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) Tris Raditia mengungkapkan, Waduk Karian dan Sindangheula ditarget selesai pada akhir 2019. Saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan. “Karena (waduk) ini punya risiko tinggi, maka dari pra konstruksi sampai selesai akan diawasi secara ketat. Dan untuk saat ini bangunan fisik sudah 52,6 persen,” ujar Tris.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Dinas PUPR Banten terus menyelesaikan pengerjaan. “Untuk pembangunan waduk itu kan ada material khusus, karena nggak sembarangan. Kalau yang ada itu juga nggak masuk makanya kita coret. Pembangunan harus betul-betul sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya.
Untuk teknis deponding (pengisian) waduk, kata Tris, akan dilakukan pada akhir 2019. Hal itu juga dilakukan setelah bangunan utama bendungan rampung dan sadle dam (bendungan kecil) juga selesai. “Yang jelas (pengisian) tunggu bangunan jadi, dan sadle dam selesai. Dua bendungan itu juga mempunya kapasitas berbeda-beda, kaya Karian itu 314 juta meter kubik, kalau Sindangheula itu cuma 10 juta meter kubik,” katanya.
Berdasarkan catatan Radar Banten, akhir 2017 lalu, Presiden Joko Widodo telah meninjau langsung ke lokasi pembangunan Waduk Karian. Saat itu Presiden meminta Pemprov Banten ikut menyukseskan proyek strategis nasional di Provinsi Banten. (Deni S/RBG)










