JAKARTA – Kementerian Agama akan menerima 17.175 calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2018. Jumlah formasi yang ditetapkan bagi Kemenag adalah jumlah terbesar di antara 76 kementerian/lembaga di Indonesia yang melaksanakan rekrutmen CPNS tahun 2018.
Sesuai jadwal, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), seleksi penerimaan CPNS seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) akan dimulai serentak pada 19 September 2018 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Penerimaan ASN Kementerian Agama Tahun 2018, di Jakarta, Rabu (12/9). Tampak hadir dalam kegiatan rapat koordinasi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pejabat eselon I Pusat, Kepala Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.
Ahmadi menuturkan, Kementerian Agama memiliki jumlah formasi CPNS terbesar dari seluruh K/L. “Dari 59.309 formasi yang ditetapkan untuk 76 K/L di tahun 2018, sebanyak 17.175 formasi atau 29% ditetapkan untuk Kementerian Agama,” tutur Ahmadi, dikutip dari Kemenag.
Ahmadi menyampaikan, dengan jumlah penerimaan CPNS terbesar, maka Kemenag akan menjadi etalase pengadaan CPNS Nasional di tahun ini. “Jika Pengadaan CPNS di Kementerian Agama sukses, maka Pengadaan CPNS Nasional sukses,” tandas Ahmadi.
Maka, pada kesempatan yang sama Ahmadi mengharap komitmen seluruh peserta rapat koordinasi untuk dapat mengawal proses rekrutmen CPNS di lingkungan Kemenag. “Kami mengimbau kepada semua satuan kerja pusat dan daerah untuk menyelenggarakan Pengadaan CPNS Tahun 2018 ini dengan sebaik-baiknya dengan mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan transparansi,” tegas Ahmadi.
Dalam kaitan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan tiga hal yang harus dimiliki oleh CPNS Kemenag. “Saudara-saudara yang hadir di sini akan menentukan dan mengawal seluruh proses rekrutmen ini sesuai dengan ketentuan yang ada. Saya ingin saudara memastikan CPNS yang kita rekrut memiliki tiga hal,” pesan Menag Lukman.
Pertama, Menag menginginkan CPNS yang direkrut memiliki kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh satuan kerja. Lebih lagi menurut Menag, formasi yang dibuka paling banyak diperuntukkan bagi guru dan dosen. Maka, kompetensi profesional menurut Menag bukan hal yang bisa ditawar. “Cermati betul, bahwa yang terpilih nanti adalah yang memiliki kompetensi tinggi sesuai dengan pos dan bidangnya,” ujar Menag.
Hal kedua yang harus dimiliki CPNS Kemenag adalah komitmen keagamaan. “Komitmen keagamaan juga menjad cermatan. Yang saya maksud dengan komitmen keagamaan adalah mereka yang diterima nanti tidak lagi punya masalah dengan persoalan keagamaan,” tutur Menag.
Menag menginginkan, CPNS Kemenag yang direkrut apapun agamanya memiliki pemahaman keagamaan yang moderat. “Mereka harus paham dan memiliki pengamalan keagamaan yang baik. Mereka yang moderat, yang dapat menjadi role model bagi masyarakat luas,” tandas Menag.
Komitmen kebangsaan, menjadi hal ketiga yang harus dimiliki oleh CPNS Kemenag. “CPNS Kemenag harus punya pemahaman memadai, syukur-syukur pemahaman yang baik, tentang apa itu Pancasila, apa itu konstitusi kita, NKRI kita, Bhineka Tunggal Ika, dan sebagainya,” tegas Lukman.
Tiga hal ini menurut Menag Lukman harus menjadi cermatan dalam proses rekrutmen CPNS Kemenag. Mengingat, sebaran CPNS yang akan direkrut bukan hanya ada pada kantor pusat tetapi menyebar di seluruh satuan kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia. “Saya ingin saudara-saudara mengawal betul proses rekrutmen CPNS tahun 2018 yang akan segera dilaksanakan ini,” pesan Lukman. (Kemenag/aas)










