SERANG – Setelah empat tahun tidak ada seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) baru, mulai besok ada lagi pendaftaran penerimaan calon ASN berbasis online. Calon peserta seleksi hanya bisa mendaftar dengan mengakses website sscn.bkn.go.id.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, seleksi calon ASN 2018 serentak dilakukan pemprov dengan delapan kabupaten kota se-Banten. Adapun alokasi formasi calon ASN Provinsi Banten tahun 2018 sebanyak 2.971 lowongan.
Dari jumlah tersebut, alokasi untuk formasi calon ASN Pemprov Banten hanya 294, sisanya tersebar untuk delapan kabupaten kota (selengkapnya lihat grafis). Dari 294 lowongan calon ASN untuk pemprov, diprioritaskan untuk guru sebanyak 170, tenaga kesehatan 89, dan tenaga teknis (infrastruktur) sebanyak 35. Sementara, dua lowongan untuk tenaga honorer kategori 2 (K-2).
Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita membenarkan bahwa alokasi formasi untuk calon ASN Banten 294 orang. Padahal, Pemprov Banten mengusulkan 4 ribu formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). “Saat ini panitia seleksi daerah (pemprov) sudah persiapan, tinggal menunggu arahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku panitia seleksi nasional,” kata Ino kepada Radar Banten, Senin (17/9).

Terkait perincian formasinya, Ino mengaku, BKD masih melakukan koordinasi dengan pansel nasional. “Baru ada alokasi untuk empat formasi, belum diperoleh data pasti mengenai penempatannya, misalnya guru mata pelajaran apa saja yang akan diseleksi,” ungkapnya.
Pemprov Banten melakui BKD, lanjut Ino, terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait formasi yang akan dibuka di lingkungan Pemprov Banten. “Mudah-mudahan besok (hari ini-red) sudah ada hasilnya. Kelihatan banyak yang salah dari Jakarta makanya sedang dikoordinasikan lagi,” tutur Ino.
Terkait minimnya formasi khusus untuk honorer K-2, Ino mengaku pemprov telah memperjuangkannya secara maksimal. Namun, hasilnya cuma mendapatkan dua formasi. “Usaha dilakukan terus menerus untuk memperjuangkan nasib honorer K-2, BKD hampir setiap hari bolak-balik Serang-Jakarta, sampai saat ini belum ada laporan lagi. Kami pun sangat menginginkan bila formasi untuk tenaga K-2 ditambah lebih banyak lagi,” ungkap Ino.
Senada dikatakan Sekretaris BKD Banten, Ganis Diponegoro, BKD saat ini masih berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk merevisi formasi penempatan calon ASN. “Kalau jumlahnya 294 untuk pemprov. Untuk penempatannya, sekarang masih proses revisi penempatan ke Kementerian PAN-RB. Salah satunya ada disebut penempatan tenaga kesehatan rumah sakit jiwa, sementara Banten belum memiliki rumah sakit jiwa (RSJ),” kata Ganis.
Ia melanjutkan, kepastian kuota calon ASN untuk Pemprov Banten sebanyak 294 didapat setelah menerima surat dari Kementerian PAN-RB pada Jumat (7/9) lalu. “Kami sudah laporkan secara lisan ke Pak Sekda. Kami sudah siapkan laporan ke Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKD Banten Komarudin mengatakan, formasi yang diperoleh Pemprov Banten jumlahnya belum sesuai dengan hasil analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja yang dilakukan BKD Banten beberapa waktu lalu. “Sesuai anjab, Pemprov Banten masih butuh 4 ribu calon ASN baru, jumlah tersebut ideal sesuai kebutuhan yang ada. Tapi, yang disetujui kurang dari 300 formasi,” ungkapnya.
Komarudin berharap, formasi yang ada bisa terisi semua. “Jangan sampai formasi yang ada saat ini tidak terisi seperti halnya tes calon ASN sebelumnya (2014), tidak semua formasi terisi,” tuturnya. (Deni S/RBG)










