CILEGON – CEO Cilegon United Yudhi Aprianto mengeluarkan pernyataan tegas. Pemilik klub yang sedang berkompetisi di Liga 2 Indonesia wilayah barat ini mengancam hendak membubarkan klubnya jika jadwal pertandingan kompetisi Liga 2 diundur dari jadwal yang telah ditetapkan.
Hal itu menyusul adanya kabar bahwa Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menekankan kompetisi Liga Indonesia akan dihentikan untuk sementara waktu. Penundaan jadwal pertandingan kompetisi sepak bola profesional itu menanggapi insiden tewasnya suporter Persija beberapa waktu lalu. “Ya, jika Liga 2 Indonesia juga akan diundur, saya bakal bubarkan klub Cilegon United,” ujar Yudhi kepada Radar Banten, Rabu (26/9).
Yudhi menegaskan, penundaan jalannya pertandingan yang telah terjadwal itu sangat merugikan. Dampaknya, klub akan terbebani dengan biaya operasional yang kian membengkak. “Kalau sampai diundur, biaya akan membengkak, yang dikeluarkan semakin besar. Contoh kecilnya seperti biaya makan, kemudian gaji pemain akan Tambah lagi sampai November, dan segala macam,” ucapnya.
Yudhi mengakui Cilegon United dalam kondisi yang kurang sehat untuk memenuhi biaya operasionalnya. “Saya harus berjuang dari dompet saya sendiri untuk menghidupi klub ini supaya masyarakat Cilegon punya klub kebanggaannya sendiri,” tuturnya.
Seperti diketahui, Cilegon United saat ini menempati posisi kesembilan klasemen sementara Liga 2 Indonesia wilayah barat dengan mengumpulkan 22 poin. Dari 18 pertandingan, Cilegon United enam kali menang, empat kali seri, dan delapan kali kalah.
Sesuai jadwal pertandingan ke-19 nanti, Cilegon United akan berhadapan dengan PSPS Riau di Stadion KS Kota Cilegon pada Jumat 28 September. Kendati demikian, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengeluarkan surat resminya bahwa keputusan penghentian kompetisi tersebut ditujukan hanya untuk Liga 1 Senior.
Sementara, seluruh program PSSI lainnya, baik kompetisi Liga 2, Liga 3, Liga 1 U-16, Liga 1 U-19, Soeratin U-17, U-15, U-13, maupun program lainnya di tingkat nasional dan provinsi tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Surat edaran PSSI ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Ratu Tisha tertanggal 26 September 2018. Surat bernomor 4195/AGB/1930/IX-2018 tersebut berisi hasil rapat komite PSSI tanggal 25 September 2018. “Isi surat yang saya baca menyatakan bahwa PSSI telah meminta agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara Liga 1 Indonesia 2018 hingga waktu yang akan ditentukan kemudian,” kata Sahe, Media Officer Cilegon United. (rbs/ibm/dwi)









