CILEGON – Kandidat calon wakil walikota yang akan diusung DPC PDI Perjuangan Cilegon, Reno Yanuar, serius mengincar rekomendasi dari DPP Golkar. Bahkan komunikasi dan lobi-lobi politik di tingkat DPP sedang dilakukan untuk memuluskan langkah Reno menuju kursi wakil walikota mendampingi Edi Ariadi di masa sisa jabatannya.
Reno Yanuar mengatakan, lobi-lobi politik di tingkat DPP sedang dilakukan untuk pencalonannya menuju kursi wakil walikota. “Insya Allah, DPP PDI Perjuangan juga tengah melakukan komunikasi atau lobi-lobi politik dengan DPP Golkar. Sekarang berjalan komunikasinya. Saya yakin DPP PDI Perjuangan dan DPP Golkar sejalan. Karena di tingkat pusat kita (PDI Perjuangan dan Golkar) solid koalisinya,” kata Reno kepada Radar Banten saat ditemui di ruang kerjanya gedung DPRD Cilegon, Jumat (12/10) siang.
Reno menambahkan, lobi-lobi atau komunikasi politik di tingkat pusat dilakukan lantaran mengikuti dasar Peraturan KPU yang harus mengantongi rekomendasi dari DPP. “Maka dari itu kita koordinasi terus dengan DPP. Sampai saat ini yang sudah mengantongi rekomendasi atau restu dari DPP kan baru Reno Yanuar saja. Calon-calon lain kan belum ada yang sampai di DPP,” imbuhnya.
Ia berharap, koalisi DPP PDI Perjuangan dan DPP Golkar dalam mengusung capres-cawapres pada Pemilu 2019 juga bisa terjadi hingga ke daerah. “Jadi tidak hanya koalisi tingkat pusat saja, tapi juga harus solid hingga ke daerah-daerah. Saya berharap DPD II Golkar Cilegon dan DPC PDI Perjuangan Cilegon juga bersatu untuk membangun Cilegon. Kita lihat DPP PDI Perjuangan sudah mengeluarkan rekomendasi untuk saya, tidak menutup kemungkinan dengan adanya komunikasi politik di tingkat pusat nanti akan membuat DPP Golkar memberikan rekomendasi untuk saya. Saya yakin itu,” tegas anggota DPRD Cilegon itu.
Tidak hanya mengandalkan rekomendasi dan restu dari DPP, DPC PDI Perjuangan Cilegon juga akan melakukan komunikasi politik dengan seluruh partai yang memiliki fraksi di DPRD Cilegon. “Kalau sekadar pembicaraan atau obrolan-obrolan dengan semua fraksi sudah ada. Bahkan dengan Sekretaris DPD II Golkar Cilegon Sutisna Abas juga sudah pernah mengobrol. Pada intinya kami semua sepakat perubahan di Cilegon harus lebih baik. Posisi semua partai dan fraksi sepaham dengan visi dan misi saya. Tapi untuk komunikasi resmi belum dilakukan dan secepatnya akan dilakukan. Nanti kami akan kumpul semua untuk menyatukan visi dan misi itu,” tandas pria yang akrab disapa RY.
Sementara itu, Sektretaris DPD II Golkar Cilegon Sutisna Abas menyatakan, terkait lobi yang dilakukan PDI Perjuangan Cilegon di tingkat pusat tidak akan berpengaruh terhadap rekomendasi yang akan dikeluarkan DPP Golkar. “Sah-sah saja kalau PDI Perjuangan Cilegon melakukan komunikasi atau lobi-lobi ke tingkat DPP. Tapi kami yakin DPP Golkar akan tetap mengusung kader internal terbaiknya. Kami sangat yakin atau optimistis DPP Golkar akan lebih berpihak kepada calon yang diajukan DPD II Golkar Cilegon. Jadi saya sampaikan bahwa lobi-lobi atau komunikasi yang dibangun PDI Perjuangan di tingkat pusat tidak akan berpengaruh kepada rekomendasi untuk calon kami,” ucapnya saat ditemui di kantor DPD II Golkar Cilegon, kemarin sore.
Setiap partai, lanjutnya, memiliki mekanisme sendiri-sendiri dalam tahapan menerbitkan rekomendasi. “Kalau di Golkar, kita minta masukan dulu dari teman-teman pengurus yang paling bawah. Kemudian usulan itu kita ajukan ke DPD I dan kemudian diajukan lagi ke DPP. Jadi, usulan dari bawah lah yang akan dipertimbangkan DPP dalam mengambil keputusan,” katanya.
Kata dia, Golkar sudah mengusulkan Ratu Ati Marliati sebagai calon wakil walikota yang merupakan aspirasi dari bawah. “Ini akan kami sampaikan ke DPD I dan ke DPP. Pusat juga pasti akan melihat kok usulan ini. Yang tahu rumah tangga kami, ya keluarga kami. Orang lain tidak bisa mendikte. Kami tahu kok DPP Golkar seperti apa nanti. Dan yang pasti tidak mungkin DPP Golkar akan memberikan rekomendasi untuk orang lain, lah dari internal nya ada kok,” pungkas Sutisna. (Andre AP/RBG)









