SERANG – Pemprov Banten berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan melindungi hak-haknya. Tahun depan akan membangun pasar induk (pusat distribusi pangan) di Kabupaten Serang dan pusat perberasan (rice center) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Untuk pembangunan pasar induk akan membebaskan lahan seluas 10,7 hektare di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang. Rencana pembangunan pasar induk itu menjadi program pembangunan prioritas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten tahun anggaran 2018. Dalam APBD 2018, pagu anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan pasar induk seluas 10,7 hektare sebesar Rp68 miliar.
“Sebenarnya pembangunan pusat distribusi pangan tinggal proses tahapan akhir pembebasan lahan. Namun karena waktunya terlalu mepet, jadi dilanjutkan pada 2019,” kata Kepala Disperindag Banten Babar Suharso kepada Radar Banten, Jumat (21/12).
Babar mengakui bila anggaran untuk pembebasan lahan itu tidak terserap tahun ini dan akan menjadi Silpa APBD 2018. Pihaknya sudah melaporkan kendala yang dihadapi kepada gubernur dan wakil gubernur sehingga menjadi bahan evaluasi untuk 2019. “Semoga tahun depan bisa selesai pengadaan lahannya, sebab penetapan lokasinya sudah keluar,” kata Babar.
Ia melanjutkan, pusat distribusi pangan yang akan dibangun itu diprioritaskan pada penyediaan kebutuhan pangan sehari-hari atau kebutuhan pokok. Selain itu, juga untuk menyimpan komoditas tertentu dalam waktu yang cukup panjang. “Makanya, kita pilih lokasi di Kecamatan Kopo karena merupakan daerah pertengahan dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Tangerang Raya,” jelasnya.
Pusat distribusi pangan, lanjut dia, diharapkan bisa memutus panjangnya rantai distribusi sehingga bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Terutama yang punya sentra produksi pertanian. Supaya transaksinya baik, mudah-mudahan harganya baik, masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya juga dengan baik,” ungkapnya.
Menanggapi belum bisa dimulainya pembangunan pasar induk, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta Disperindag untuk berjuang keras tahun depan. “Kita harapkan 2019 sudah tidak ada kendala dan bisa dimulai pembangunannya. Sehingga, 2020 Banten sudah punya pasar induk baru,” katanya.
Selain membangun pasar induk, kata Andika, Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) juga akan membangun pusat perberasan (rice center) di Lebak dan Pandeglang. “Tahun depan kita juga akan bangun rice center di Kabupaten Lebak dan Pandeglang,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan pasar induk dan pusat perberasan di Banten selaras dengan program nawacita yang diusung oleh pemerintah pusat. “Dengan dibangunnya pasar induk dan rice center itu, diharapkan bisa memutus panjangnya rantai distribusi sehingga bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Andika.
Sebelumnya, Kepala Distan Banten Agus Tauchid mengatakan, pembangunan rice center merupakan upaya mengamankan gabah atau beras petani supaya tidak dijual ke luar Banten. ”Tujuannya untuk meningkatkan produksi gabah petani, kemudian produknya tertahan di Banten alias tidak dijual ke luar dan uangnya bergulir di Banten,” kata Agus.
Ia menambahkan, pusat perberasan Provinsi Banten tersebut akan dipusatkan di wilayah kerja pembangunan (WKP) 3 di Banten, yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. ”Titiknya di daerah Cikeusik dan Wanasalam. Tahun depan kita siapkan DED-nya, supaya 2020 bisa langsung jalan bersama lahirnya BUMD Agribisnis Banten,” kata Agus. (Deni S/RBG)










