SERANG – Sebanyak 102 keluarga di Desa Waringinkurung, Kabupaten Serang belum memiliki jamban. Karena hal tersebut, Pemerintah Desa Waringinkurung membuat program jamban keluarga yang dananya diperoleh dari anggaran dana desa.
Pejabat Sementara Desa Waringinkurung Suhadiwijaya mengatakan, masih banyak masyarakat Waringinkurung yang masih buang air besar di kebon atau dolbon. “Ya banyak yang dolbon, kan ini mengganggu kesehatan lingkungan juga,” keluhnya.
Mengatasi hal itu, Suhadi berencana melaksanakan program pembangunan jamban keluarga pada kegiatan bulan bakti gotong royong Mei 2019. “Saya belum bisa memastikan berapa anggarannya, yang pasti 70 persen anggaran dana desa kita alokasikan untuk pembangunan fisik termasuk jamban keluarga,” ujarnya.
Menurut Suhadi, jumlah warga miskin di wilayahnya 98 kepala keluarga. Sedangkan jumlah yang mendapat jatah beras sejahtera 93 keluarga. Selain program jamban keluarga, Desa Waringinkurung juga akan melaksanakan program bedah rumah sebanyak 10 rumah.
“Jika rumahnya tidak layak huni, bisa dimasukkan program bedah rumah. Kita targetkan dalam jangka lima tahun, jumlah warga miskin bisa teratasi,” tegasnya.
Suhadi menambahkan, program lainnya yaitu di setiap RT ada linmas dan kader kesehatan agar lingkungan aman dan sehat. (Haidaroh/Aas)









