LEBAK – Sebagian petani di Kabupaten Lebak mulai memasuki musim panen padi. Seperti petani di Blok Sentral, Kelurahan Rangkasbitungbarat, Kecamatan Tangkasbitung, Rabu (27/2), mulai memanen padi hasil tanam bulan Oktober – November 2018.
Uci (50), seorang petani bersama petani lainnya lebih awal panen mengingat tanaman padi miliknya sudah menguning. “Memang sudah saatnya dipanen. Kalau tidak, takutnya justru malah rusak,” ujarnya, Selasa (27/2).
Menurut dia, pada musim tanam (MT) kali ini petani ditunjang oleh pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Bukan hanya itu, dia juga mengaku beruntung terbebas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama pengganggu.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunamln (Distanbun) Lebak Dede Supriatna membenarkan saat ini sebagian petani di Lebak sudah memasuki musim panen dengan produksi cukup melimpah, dengan produksi rata – rata mencapai 6,19 ton/GKP/HA.
”Saat ini petani di sejumlah kecamatan di Lebak sudah memasuki waktu panen dan puncak panen diperkirakan akhir Maret ini,” katanya.
Dijelaskan, panen yang dihasilkan petani saat ini merupakan hasil olahan tanam pada bulan Oktober – Desember tahun 2018 lalu.
“Produktivitas rata-rata panen petani saat ini cukup baik, mengingat produktivitas rata – rata 6,19/GKP/Ha,” imbuhnya.
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak saat ini memiliki lahan tanam seluas 47.760 hektare sawah tersebar di 28 kecamatan Kabupaten Lebak.
“Dengan memiliki lahan tanam seluas itu usaha padi sawah yang dihasilkan petani Lebak cukup besar. Bahkan dapat diandalkan sebagai salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Banten. Target tahun ini 88 ribu ton untuk padi sawah dan 10.500 ton untuk pagi gogo,” tukasnya.
Pada musim panen kali ini, sebut Dedem gangguan hama relaitif kecil sehingga tidak begitu berpengaruh pada haisl panen petani. “Gangguan hama ada tapi bisa dikendalikan. Bila ada gangguan hama kita perintahkan kepada PPL (petugas penyuluh lapangan) laksanakan pengamatan, setelah itu bila tidak bisa dikendalikan langsung melaksanakan tindakan. Dinas mem-back up, prestisida dinas cukuplah untuk mengendalikan tanaman padi yang ada di Lebak,” katanya. (Nurabidin/Aas)









