slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Pendidikan

Guru Honorer Dua Bulan Tak Gajian

Aas Arbi by Aas Arbi
02-03-2019 21:10:52
in Pendidikan

ILUSTRASI: Suasana unjuk rasa ratusan pegawai honorer K2 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (25/10/2018). Ratusan honorer K2 yang tergabung dari lima Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tersebut meminta untuk segera di angkat menjadi PNS. (Qodrat/Radar Banten)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Ribuan guru honorer SMA SMK di Provinsi Banten belum gajian dua bulan karena bantuan operasional sekolah daerah (bosda) hingga kemarin belum juga cair. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, para guru honorer itu menggunakan dana talangan dari koperasi sekolah dan berutang.

Gaji para honorer itu memang tergantung dari pencairan bosda yang dikucurkan Pemprov Banten. Bila bosda cair tepat waktu, maka mereka baru dapat menerima gaji. Sebaliknya, bila bosda terlambat cair, maka mereka terlambat juga menerima haknya.

Baca Juga :

Kritik Usulan Gaji Guru Rp5 Juta, PRIMA Ingatkan Risiko Ekspektasi Semu

Robinsar: Secara Kemanusiaan Honor PPPK Paruh Waktu Memang Kurang Manusiawi

Robinsar Pastikan Oktober Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Naik, Target Minimal Rp2 Juta

Robinsar Akui Guru PPPK Paruh Waktu Tak Lagi Terima Dana BOS, Pemkot Cilegon Siapkan Solusi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Engkos Kosasih Samanhudi menyebut, jumlah guru honorer di Banten tembus hingga sepuluh ribu lebih. Mereka tersebar di delapan kabupaten kota di Banten. Namun, saat ini masih dilakukan proses pemutakhiran data lagi, sebab guru honorer SMA SMK di Banten mengantongi surat keputusan (SK) berbeda-beda. Ada yang dari bupati walikota, dinas terkait, bahkan SK dari kepala sekolah tempat mereka mengajar.

Beberapa guru honorer di Banten saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mereka belum menerima gaji. Guru honorer di SMA 1 Kota Cilegon, Habib misalnya. Ia menuturkan, keterlambatan pencairan Bosda sudah diprediksi sebelumnya oleh para honorer.

Untuk dapat bertahan hidup, ia mengaku menggunakan dana talangan dari koperasi sekolah. “Jadi, nanti sistemnya pas bosda sudah turun, kita ganti,” ujar Habib kepada Radar Banten, Jumat (1/3). Pria yang sudah 16 tahun menjadi honorer itu berharap bosda bisa segera dicairkan agar para honorer bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Provinsi Banten Martin mengaku, banyak menerima keluhan dari para honorer guru terkait lambatnya pencairan dana bosda yang bersumber dari APBD Provinsi Banten tersebut. Bahkan, meski saat ini pengelolaan SMA SMK diambil alih dari pemerintah kabupaten kota ke pemprov, tetap saja tidak memberikan perubahan.

” Banyak keluhan ke saya terkait itu, kita masih menunggu dan sabar. Ya saya juga menyayangkan, mereka juga punya anak, keluarga, dan butuh makan. Kalau nggak dibayar sampai tiga bulan jelas memprihatinkan,” beber Martin, Jumat (1/3)

Katanya, banyak tenaga honorer harus berutang ke warung atau ke orang lain agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Ada juga yang kerja sambilan seperti berdagang atau usaha lainnya untuk memenuhi kehidupan sehari hari. Hal itu, katanya, dapat memengaruhi kinerja.

“Mereka butuh makan, harus bayar listrik, biaya anak sekolah, akhirnya efeknya di kinerja. Kalau pagi kerja malam juga kerja, nanti pas pagi ngajarnya nggak fokus,” ungkapnya.

    Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 12 Tangsel Muhamad Syamsuddin juga membenarkan bahwa guru honorer belum gajian karena bosda belum turun. “Sejak awal tahun, belum turun. Kami hanya bisa prihatin saja. Kasihan pegawai yang butuh makan, belum ada uang sepeser pun didapat,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (1/3).

    “Kita ada sekitar 36 guru honorer, sembilan pegawai tata usaha dan office boy serta tiga satpam,” tambahnya.

       Ia berharap, pengelolaan pendidikan jangan terlalu dikaitkan dengan politik walau hidup memang tidak lepas dari politik. “Pengelolaan keuangan untuk pendidikan yang dibutuhkan ketepatan waktu,” ucapnya.

    “Jika bisa menggunakan skala prioritas, dahulukan anggaran honorer, pembayaran listrik, telepon, internet,” tandasnya.

    Guru honorer SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang, Dedi mengatakan, setiap awal bulan gaji guru honorer selalu telat karena pencairan dana bosda juga telat. Ia mengaku, menunggu kebijakan dari Pemprov Banten untuk secepatnya mencairkan bosda.

    “Dari tahun ke tahun, Januari-Februari itu ya selalu begini,” katanya.

    Menurutnya, pencairan gaji untuk guru honorer tidak menentu, tergantung kebijakan Pemprov Banten. “Saya mah ngikut sajalah, gimana kebijakan saja, yang penting kita kerja benar mengabdi pada sekolah,” ujarnya.

    Sementara Ketua Forum Honorer K-2 Guru Kabupaten Serang Asep Syamsudin mengatakan, gaji guru honorer rata-rata diberikan dengan sistem rapel. Sementara yang diberikan per bulan biasaya menggunakan dana talangan dari sekolah atau pribadi kepala sekolah. “Tapi, rata-rata tiga bulan sekali,” katanya.

    Dari keterangannya, di Kabupaten Serang ada 900 guru honorer K-2. Mereka terdiri atas tenaga pengajar dan operator sekolah. Pencairan bosda yang terlambat, dinilai Asep, berpengaruh pada gaji guru honorer. “Dirapel itu kan karena menunggu anggarannya cair,” ujarnya.

SK GUBERNUR BELUM TERBIT

Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi yang dikonfirmasi mengakui pencairan dana bosda triwulan I tahun anggaran 2019 mengalami keterlambatan. “Sampai awal Maret ini belum bisa dilakukan pencairan. Sebab, belum ada SK gubernur tentang penetapan penetapan KPA (kuasa pengguna anggaran-red) dan BPP (bendahara pengeluaran pembantu-red),” kata Engkos.

    Ia menuturkan, SK gubernur belum terbit lantaran ada perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) cabang Dinas Pendidikan. Dari yang semula delapan cabang dinas menjadi lima cabang dinas, sehingga harus ada penyesuaian administrasi terkait pengelolaan keuangan.     “Sambil menunggu penyesuaian administrasi dan SK gubernur, sekarang ini calon BPP sedang dilakukan bimtek terkait verifikasi dokumen pengajuan dari kuasa pengguna anggaran (KPA )-pejabat pembuat komitmen (PPK) di kantor cabang dinas (KCD) dan sekolah, serta pembuatan surat permintaan pembayaran (SPP)- surat perintah membayar (SPM). Jadi kalau SK gubernur terbit kemudian KCD dan sekolah siap, kami yakin honor untuk guru non-ASN sudah bisa secepatnya diberikan,” tuturnya.

    Terkait jumlah guru honorer di Banten, Engkos mengakui, jumlahnya lebih dari sepuluh ribu orang. Namun, saat ini masih dilakukan proses pemutakhiran data. “Ini masalahnya, mereka mengajar di SMA SMK yang kini sudah jadi kewenangan provinsi, tapi SK-nya masih SK yang ditandatangani oleh bupati walikota, bahkan ada yang dari kepala sekolah,” ungkapnya.

    Sedangkan terkait besaran gaji guru honorer SMA SMK, Dindikbud telah mengatur besarannya. “Untuk gaji honorer sesuai jenjang pendidikan. Misalnya guru S-2 itu gajinya Rp1,5 juta, untuk S-1 Rp1,350 juta, sedangkan untuk D-3 sebesar Rp1,1 juta, SMA Rp1 juta. Namun, teknisnya disesuaikan dengan jam pelajaran,” kata Engkos.

    Senada dikatakan Kabid SMA Dindikbud Banten Rudi Prihadi, guru honorer belum menerima gaji bila bosda belum cair. “Kami segera koordinasi dengan KCD masing-masing wilayah agar persoalan administrasi pencairan dana bosda secepatnya diselesaikan,” katanya.  (bam-you-den-jek/alt/ira)

Tags: Guru Honorer
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kubu Prabowo Ajak Kawal TPS

Next Post

Fah Love Daddy

Related Posts

Kritik Usulan Gaji Guru Rp5 Juta, PRIMA Ingatkan Risiko Ekspektasi Semu
Berita Utama

Kritik Usulan Gaji Guru Rp5 Juta, PRIMA Ingatkan Risiko Ekspektasi Semu

by Nahrul Muhilmi
Selasa, 14 April 2026 14:42

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polemik usulan penyamarataan gaji guru sebesar Rp5 juta yang disampaikan Bonnie Triyana mendapat tanggapan kritis dari Bendahara...

Read moreDetails

Robinsar: Secara Kemanusiaan Honor PPPK Paruh Waktu Memang Kurang Manusiawi

Robinsar Pastikan Oktober Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Naik, Target Minimal Rp2 Juta

Robinsar Akui Guru PPPK Paruh Waktu Tak Lagi Terima Dana BOS, Pemkot Cilegon Siapkan Solusi

Curhat di Instagram Wali Kota, Guru PPPK Paruh Waktu di Cilegon Keluhkan Honor Turun Jadi Rp675 Ribu

Ketua INSPIRA Banten Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Sejahterakan Guru Honorer Lewat Percepatan Sertifikasi 2025

Kabar Bahagia, Guru Madrasah di Kabupaten Serang Bakal Dapat Insentif

Guru Madrasah di Kabupaten Serang Belum Sejahtera, Digaji Rp300 Ribu per Bulan

121 Guru di Lebak Diangkat Jadi PPPK

IGTKI Minta Wali Kota Naikan Honor Guru TK Jadi Rp1 Juta

Next Post
Fah Love Daddy

Fah Love Daddy

Petani di Lebak Jual Gabah ke Tengkulak

Petani di Lebak Jual Gabah ke Tengkulak

Pondok Pesantren Ajarkan Agama yang Ramah

Pondok Pesantren Ajarkan Agama yang Ramah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Camat Mekarjaya Wildan Pratama mengunjungi rumah menjadi TKP pembunuhan warga Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Jumat, 8 Mei 2026.

Kuli Bangunan di Pandeglang Cekik Pacar Sampai Tewas

Jumat, 8 Mei 2026 13:56
Zulkifli Hasan.

Ketum PAN Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadiri Rakerwil PAN Banten

Jumat, 8 Mei 2026 13:42
Banner Rakerwil PAN Banten

Rakerwil PAN Banten Digelar Besok, Usung Semangat Bantu Rakyat

Jumat, 8 Mei 2026 13:27
Kepala DPMD Banten Gunawan Rusminto saat diwawancarai(Radar Banten)

Bankeu Desa Banten Naik Jadi Rp120 Juta, Fokus Infrastruktur dan SDM

Jumat, 8 Mei 2026 13:18
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya

Hasbi Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan Prima Kesehatan kepada Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 13:11
Ketua Pansus LKPj Bupati, Muammar Adi Prasetya

Pansus Mulai Bahas LKPj Bupati Lebak

Jumat, 8 Mei 2026 13:05
Camat Mekarjaya Wildan Pratama mengunjungi rumah menjadi TKP pembunuhan warga Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Jumat, 8 Mei 2026.

Kuli Bangunan di Pandeglang Cekik Pacar Sampai Tewas

Jumat, 8 Mei 2026 13:56
Zulkifli Hasan.

Ketum PAN Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadiri Rakerwil PAN Banten

Jumat, 8 Mei 2026 13:42
Banner Rakerwil PAN Banten

Rakerwil PAN Banten Digelar Besok, Usung Semangat Bantu Rakyat

Jumat, 8 Mei 2026 13:27
Kepala DPMD Banten Gunawan Rusminto saat diwawancarai(Radar Banten)

Bankeu Desa Banten Naik Jadi Rp120 Juta, Fokus Infrastruktur dan SDM

Jumat, 8 Mei 2026 13:18
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya

Hasbi Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan Prima Kesehatan kepada Masyarakat

Jumat, 8 Mei 2026 13:11
Ketua Pansus LKPj Bupati, Muammar Adi Prasetya

Pansus Mulai Bahas LKPj Bupati Lebak

Jumat, 8 Mei 2026 13:05

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Camat Mekarjaya Wildan Pratama mengunjungi rumah menjadi TKP pembunuhan warga Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Jumat, 8 Mei 2026.

Kuli Bangunan di Pandeglang Cekik Pacar Sampai Tewas

by Purnama Irawan
Jumat, 8 Mei 2026 13:56

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Seorang pemuda berinisial OK diduga melakukan tindak pembunuhan dengan mencekik pacarnya DV hingga tewas di rumahnya di...

Zulkifli Hasan.

Ketum PAN Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadiri Rakerwil PAN Banten

by Syaiful Adha
Jumat, 8 Mei 2026 13:42

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bakal menghadiri pelantikan dan Rakerwil DPW PAN Provinsi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak