LEBAK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sajira, Muncang, Cimarga, dan Leuwidamar mengakibatkan banjir bandang di beberapa kampung di empat kecamatan pada Rabu (22/5) sekira pukul 17.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah, majelis taklim, pondok pesantren, dan jembatan rusak.
Pantauan Radar Banten di lapangan, puing-puing bangunan sisa banjir bandang berserakan di pinggir Sungai Ciberih di Kampung Ciberih, Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira. Sebagian besar warga membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa banjir. Tidak hanya itu, warga pun mulai membersihkan peralatan rumah tangga, pakaian, dan menjemur tempat tidur.
Sukmad, warga Kampung Ciberih, Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira mengatakan, sebelum banjir bandang menerjang Kampung Ciberih, hujan deras mengguyur wilayah Sajira dan sekitarnya mulai pukul 16.00 WIB. Sekira pukul 17.30 WIB, air mulai naik hingga ketinggian empat meter. Akibatnya, rumah-rumah yang ada di pinggir sungai ikut tergenang dan bahkan ada yang hanyut. Dinding rumah jebol dan ada pula jembatan yang rusak.
“Kejadiannya pada Rabu sore sebelum waktu berbuka puasa. Air di sungai naik dengan cepat dan menghancurkan rumah penduduk di pinggir sungai,” kata Sukmad kepada wartawan, Kamis (23/5).
Kepala Desa Margaluyu Yahya mengatakan, banjir tersebut terjadi sebelum waktu berbuka puasa. Dia mendengar teriakan air naik dari masyarakat yang tinggal di pinggir sungai. Seketika, Yahya mendatangi lokasi dan air sudah di atas jembatan. Karena itu, dia dan warga lain langsung evakuasi korban banjir ke daerah yang lebih tinggi.
“Banjir terjadi cukup kilat, yakni mulai pukul 17.30 – 19-00 WIB. Jadi, enggak lama tapi dampaknya cukup dahsyat. Satu rumah, satu majelis taklim, dan satu pesantren hanyut. Dua jembatan terputus, 30 rumah rusak ringan, dan 50 rumah rusak berat,” katanya.(Mastur)








