slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu

Aas Arbi by Aas Arbi
31-05-2019 09:32:28
in Sosial Budaya
Syekh Nawawi Albantani, Debu di Kaki Penuntut Ilmu
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Syekh Nawawi Albantani tercatat sebagai ulama Banten paling produktif. Hidupnya tawadu penuh dengan kesederhaan. Sederet karyanya menginspirasi sekaligus menerangi jalan pikiran ulama setelahnya.

DUNIA mengakui otoritas keilmuan Syekh Nawawi Albantani (selanjutnya ditulis Nawawi) pada berbagai ilmu keislaman. Ia ahli dalam bidang ilmu kalam, fikih, dan tasawuf sekaligus. Sederet gelar disematkan kepada Nawawi. Antara lain, sayyidu ‘ulama’i al-hijjaz, al-syeikh, al-faqih, al-mujtahid.

Baca Juga :

Kedubes Iran Kunjungi Ulama Banten, Terima Dukungan Solidaritas Lawan Zionisme dan Imperialisme AS

Dua Ulama Banten Imbau Warga Tak Hura-hura Sambut Tahun Baru 2026

MUI Banten Tak Mau Bergantung Dana Hibah, Fundraising Jadi Solusinya

Di Hadapan Ulama, Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Agama

Kedalaman ilmunya didapatkan dari pendakian yang panjang. Awalnya, Nawawi belajar kepada ayahnya, Kiai Umar. Dari ayahnya itu, Nawawi belajar juga kepada Kiai Sahal Serang dan KH Yusuf Purwakarta. Hingga saat genap berusia 15 tahun, ia beranjak dari bumi Tanara untuk merantau ke Mekkah.

Di Tanah Suci, tak kurang 11 ulama besar membimbingnya. Mereka adalah Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Akhmad Khotib Sambas, Syekh Ahmad Zayd, Syekh Yusuf al-Sunbulaweni, dan Syekh Ahmad al-Nahrawi.

Lalu, Abdul Hamid al-Dighistani al-Shanawawi, Sayyid Abdullah, Salih Samawi, Syekh Ahmad Dimyati, Ahmad Zayni Dahlan, Muhammad Khatib Duma al-Hanbali, dan Sayyid Ahmad al-Marsafi al-Masri.

Terpaaan ulama-ulama masyhur itu membawanya menjadi ulama paling produktif. Kitab Marah Labid, menjadi karya tafsirnya paling fenomenal. Juga 40 kitab berbahasa arab ditulisnya. Tak kurang 22 kitab itu, masih menjadi literasi wajib di pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Dan, 11 di antaranya tercatat dalam 100 kitab paling banyak digunakan ponpes hingga sekarang. Produktivitas membawa namanya tercatat sebagai ulama paling berpengaruh sejak Syekh Yusuf al-Makassari.

Sejarawan Banten Mufti Ali menyebut, Nawawi sebagai mata rantai authoritative transmisi ilmu-ilmu keislaman tradisional dari ulama-ulama Timur Tengah.

Kemasyhuran tak membuatnya takabur. Nawawi tetap tawadu dalam hidupnya. Seorang orientalis Belanda Snouck Hurgronje, yang bertugas mengawasinya terkagum-kagum. Ulama besar yang fasih dan punya kedalaman pengetahuan hanya mengajar di rumah bukan di Masjidil Haram.

Penasehat khusus Gubernur Jenderal J.B van Heutsz itu, bermukim di seberang rumah Nawawi, di Suq al-Lail, Syi’ib Ali. Kurang lebih, 500 meter dari kompleks Masjidil Haram. Rumah yang juga menjadi kawah candradimuka lebih dari 200 murid-murid Nawawi.

Snouck pun menulis pertanyaan dan dalih jawaban ulama sekaliber Nawawi tak mengajar di Masjidil Haram. Padahal ulama yang fasih berbahasa arab dan menulis 40 kitab, lebih dari kata layak.
Laporan Snouck masa itu tersusun rapi dalam dokumen berjudul, ‘Mekka In The Latter Part of The 19th Century: Daily Life, Customs and Learning The Moeslims of the East Indian Archepelago.’ Snouck menulis, kesederhanaan pakaian dan penampilan luarnya tidak setara dengan penampilan para guru besar-guru besar bangsa arab.

Karena sifat tawadunya ini, Snouck mendengar pengakuan Nawawi. “Bahwa Beliau hanyalah debu di kaki para penuntut ilmu,” kata sejarawan Banten Mufti Ali, sebagaimana kesaksian Snouck dalam laporan yang diterbitkan Late E.J. Brill, Leyden pada 2006.

Ramainya pengajaran di rumah putra Kiai Umar dan Zubaedah itu juga terekam dalam catatan harian muridnya, Abdul Sattar al-Dihlawi. Ratusan muridnya bukan hanya santri dari Nusantara. Banyak pula ulama dari Nusantara turut berguru. Mendayuh bimbingan tingkat lanjut dari ulama yang digambarkan Snouck berperawakan kecil dan agak bungkuk.
Sifat tawadu membuat Nawawi sangat istimewa di mata para muridnya. Dengan peribahasa Snouck menulis, bila berjalan, bumi yang dipijak Nawawi layaknya buku raksasa yang sedang ia baca.

“Semua orang dari Nusantara mencium tangan dan menyalami beliau (Nawawi) penuh takzim,” kata Mufti yang merupakan doktor lulusan Leiden University Belanda ini.

Ulama dari bumi Tanara itu sungguh kharismatik. Murid-muridnya sangat mencintai dan menghormatinya. Tak jarang mengalir hadiah ke rumahnya. Namun, Nawawi memilih hidup sederhana dan cahaya kalamallah.

Sehari-hari, ia bisa menghabiskan berjam-jam mencurahkan buah pikirannya ke puluhan lembar kertas. Padahal, hanya menggunakan lampu teplok kecil yang sinarnya redup.

Istrinya pun berperan penting. Untuk menopang kebutuhan, juga hidangan murid-muridnya, sang istri menjalani bisnis kecil-kecilan. Bagi Nawawi, yang paling berharga adalah ilmu pengetahuan. Itu yang membuat namanya abadi dan harum hingga sekarang.

Di kampung kelahiran, ilmu Nawawi masih menerangi jalan pikiran umat. Bahkan meneduhkan generasi sesudahnya. Keteduhan itu terasa di Masjid Ponpes di Tanara, yang memakai nama An-Nawawi. Masjid yang tempat Radar Banten menyempatkan salat ashar pada Senin (20/5).

Kalam ilahi bergema dari santri-santri usia remaja sebelum dan seusai salat. Senandung syair kitab Nawawi, seperti Tanqih Sulam al-Munajat, Nur al-Zalam ikut membersamai.

“Setiap sore jelang buka puasa (Ramadan) baca kitab,” aku Muhammad Rizki Akbar, Santri An-Nawawi, yang berasal dari Tangerang.

Remaja berusia 16 tahun itu sudah empat tahun mondok. Kini level belanja kitabnya sudah beranjak ke level dua. “Jadwal sesudah taraweh sampai jam sebelas (malam-red), saya belajar muhtarol hadist,” aku Rizki yang sudah kelas 1 Aliyah.
Senja masih cukup merona. Dari beranda ponpes di Kampung Tanara, Radar Banten melangkah ke arah barat. Rencana itu atas usulan Ustad Alwan, Pengurus Ponpes An-Nawawi. “Saya tunjukan maulid (rumah kelahiran Syekh Nawawi-red),” ujarnya.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di lokasi maulid. Jika dihitung langkah kaki, tak lebih dari seratus langkah. Melintasi jalan setapak yang seringkali berpapasan dengan santri, juga warga sekitar.

Bangunan maulid itu tidak sebesar nama Syekh Nawawi. Perkiraannya hanya seluas 6×10 meter. Dua tiang menyanggah bagian depan bangunan berwarna putih dengan hijau.

Bangunannya tepat bersebelahan dengan Masjid Agung Tanara, yang lebih dikenal Menara Buntung. Masjid itu konon dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Juga Yayasan Pendidikan Dzuriyyat An-Nawawi Tanara.

“Ya ada saja yang ziarah. Namanya juga maulid, tempat kelahiran banyak yang bilang dengan petilasan,” seru Ustad Alwan yang menyeka guguran daun dari pohon yang berdiri tepat di depan bangunan.
Sejurus kemudian, Alwan mengajak Radar Banten ke Kampung Pesisir, Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara. Kampung itu dikenal sebagai kampung kediaman dan Masjid Jami An-Nawawi yang dibangun Nawawi dengan bale bambu.
Dari Kampung Tanara, jaraknya tak terlampau jauh. Dilihat dari aplikasi map pada gawai, hanya berjarak satu kilometer. Jarak tempuh normalnya dua hingga lima menit.

Tepat di mulud gang kampung, gapura sederhana berwarnai hijau menyambut. Terpampang tulisan ‘Selamat Datang di Kampung Inilah Syekh Nawawi Mencurahkan Inspirasinya’. Pada penyangga tiang kiri, bertulis Bait Syekh Nawawi. Sementara penyangga tiang kanan, bertulis Masjid Jami An-Nawawi.
Tak lebih dari seratus langkah sampailah di dua bangunan yang berhadap-hadapan. Bangunan itu tak menampakkan kemegahan fisik. Di dalam ruangan bait yang berukuran 6×8 meter tersimpan dengan rapi kitab-kitab Nawawi. Juga ulama-ulama tersohor lainnya. Sedangkan masjid, sehari-hari digunakan untuk ibadah warga.

Tiap pekan hari Selasa, warga mengaji kitab-kitab Syekh Nawawi. Setiap tahun, ratusan hingga ribuan orang datang ke kampung itu untuk mengikuti haul Syekh Nawawi yang biasanya dihelat pada Jumat terakhir bulan Syawal.

“Dari sumbangan umat itulah kami merawat bait dan masjid yang diwariskan dari Syekh Nawawi,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami An-Nawawi, H Husni. (Ken Supriyoni)

Tags: Syekh Nawawi AlbantaniUlama Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pelabuan Merak Mulai Dipadati Pemudik

Next Post

Mau Lebaran, Walikota Cilegon Lantik Ratusan Pejabat

Related Posts

Kedubes Iran Kunjungi Ulama Banten, Terima Dukungan Solidaritas Lawan Zionisme dan Imperialisme AS
Berita Utama

Kedubes Iran Kunjungi Ulama Banten, Terima Dukungan Solidaritas Lawan Zionisme dan Imperialisme AS

by Nahrul Muhilmi
Senin, 30 Maret 2026 21:54

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kedutaan Besar Republik Islam Iran melakukan rangkaian safari diplomatik dan religi ke sejumlah titik strategis di Provinsi...

Read moreDetails

Dua Ulama Banten Imbau Warga Tak Hura-hura Sambut Tahun Baru 2026

MUI Banten Tak Mau Bergantung Dana Hibah, Fundraising Jadi Solusinya

Di Hadapan Ulama, Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Agama

Abuya Muhtadi Surati Bupati Pandeglang, Minta Kerjasama Sampah Dengan Tangsel Dibatalkan

Meriah! MUI Banten Rayakan Milad ke-50 MUI, Abuya Muhtadi Dimyati Pimpin Zikir Akbar

Abuya Muhtadi Apresiasi dan Dukung Polda Banten Sikat Premanisme di Banten

Kapolda Banten Hadiri Haul ke-21 Abuya Bustomi, Ulama Karismatik dan Teladan Umat

Ulama Banten Abuya Muhtadi Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 1 April 2025

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Ulama Torikoh di Pandeglang, Kapolda: Jaga Persatuan

Next Post
Mau Lebaran, Walikota Cilegon Lantik Ratusan Pejabat

Mau Lebaran, Walikota Cilegon Lantik Ratusan Pejabat

Horison Ultima Ratu Serang Tawarkan Promo Libur Idul Fitri

Horison Ultima Ratu Serang Tawarkan Promo Libur Idul Fitri

PKS Dirikan Posko Mudik di Terminal Terpadu Merak

PKS Dirikan Posko Mudik di Terminal Terpadu Merak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Selasa, 5 Mei 2026 19:44
Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

Selasa, 5 Mei 2026 19:00
UAMDA Serentak Diikuti 3.886 Siswa, FKDT Cilegon Dorong Ijazah Diniyah Syarat Masuk SMP

UAMDA Serentak Diikuti 3.886 Siswa, FKDT Cilegon Dorong Ijazah Diniyah Syarat Masuk SMP

Selasa, 5 Mei 2026 18:51
DPRD Banten Susun Raperda Perlindungan Satuan Pendidikan, Mencegah Bullying dan Pelecehan di Sekolah

DPRD Banten Susun Raperda Perlindungan Satuan Pendidikan, Mencegah Bullying dan Pelecehan di Sekolah

Selasa, 5 Mei 2026 18:30
Banjir Peminat, 800 Calon Siswa MTs Negeri 1 Serang Mendaftar Jalur Reguler

Banjir Peminat, 800 Calon Siswa MTs Negeri 1 Serang Mendaftar Jalur Reguler

Selasa, 5 Mei 2026 17:53
Transaksi Sinte, Tiga Pelajar Digerebek Warga

Transaksi Sinte, Tiga Pelajar Digerebek Warga

Selasa, 5 Mei 2026 17:44
Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Selasa, 5 Mei 2026 19:44
Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

Selasa, 5 Mei 2026 19:00
UAMDA Serentak Diikuti 3.886 Siswa, FKDT Cilegon Dorong Ijazah Diniyah Syarat Masuk SMP

UAMDA Serentak Diikuti 3.886 Siswa, FKDT Cilegon Dorong Ijazah Diniyah Syarat Masuk SMP

Selasa, 5 Mei 2026 18:51
DPRD Banten Susun Raperda Perlindungan Satuan Pendidikan, Mencegah Bullying dan Pelecehan di Sekolah

DPRD Banten Susun Raperda Perlindungan Satuan Pendidikan, Mencegah Bullying dan Pelecehan di Sekolah

Selasa, 5 Mei 2026 18:30
Banjir Peminat, 800 Calon Siswa MTs Negeri 1 Serang Mendaftar Jalur Reguler

Banjir Peminat, 800 Calon Siswa MTs Negeri 1 Serang Mendaftar Jalur Reguler

Selasa, 5 Mei 2026 17:53
Transaksi Sinte, Tiga Pelajar Digerebek Warga

Transaksi Sinte, Tiga Pelajar Digerebek Warga

Selasa, 5 Mei 2026 17:44

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

Pajak 8.180 Unit Kendaraan Dinas di Banten Tidak Dibayarkan

by Yusuf Permana
Selasa, 5 Mei 2026 19:44

Gubernur Banten, Andra Soni, saat mengecek kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Banten, beberapa waktu lalu. (Foto: Biro Apdim Setda Banten)

Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

Belum Lima Bulan, Vila Mewah BSD City Ini Ludes Diserap Pasar

by Syaiful Adha
Selasa, 5 Mei 2026 19:00

Rumah mewah di Botanic Villa, BSD City.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak