PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi, memiliki metode penghitungan tersendiri dalam menentukan 1 Syawal 1445 Hijriah atau Lebaran 2025. Berdasarkan perhitungannya, Hari Raya Idulfitri akan jatuh pada Selasa, 1 April 2025.
“Keluarga besar Cidahu dan beberapa jemaah akan mengikuti apa yang sudah ditetapkan, yaitu 1 Syawal jatuh pada Selasa (1/4/2025),” kata Sekretaris Jenderal DPP Majelis Mudzakarah Muhtadi Cidahu Banten (M3CB), M. Sirojudin A, pada Minggu 30 Maret 2025.
Sirojudin menjelaskan, berdasarkan keterangan Abuya Muhtadi, hilal Lebaran harus berada di atas kriteria 9 derajat. Ia menyebut saksi rukyat untuk melihat hilal minimal harus dua orang.
“Karena di-qiyas-kan bahwa saksi rukyat untuk hilal Idulfitri minimal dua orang, maka penggunaan derajat pun harus besar di atas 9 derajat, demi kehati-hatian,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan derajat yang diambil adalah yang kecil, minimal 9 derajat.
“Salah satu ulama Mutaakhirin Syafiiyyah, Ibnu Qhos, menyebutkan bahwa minimal hilal terlihat itu ukurannya dua pertiga Manzilah, yaitu 9 derajat,” lanjutnya.
Sirojudin menegaskan bahwa Abuya tidak mengajak atau melarang siapa pun dalam penetapan hari Lebaran. Setiap pihak memiliki perhitungan masing-masing.
“Tidak ada paksaan, silakan yang sependapat dengan hasil hitungan mengikuti, yang ingin mengikuti pemerintah juga tidak masalah. Setiap orang punya keahlian, keilmuan, dan amal baik, maka silakan mengikuti keyakinan masing-masing,” tuturnya.
Sirojudin juga menyampaikan bahwa Abuya menetapkan awal Ramadan pada 2 Maret 2025. Dengan demikian, bulan Ramadan genap menjadi 30 hari.
“Dalam penetapan 1 Ramadan, Abuya menetapkan tanggal 2 Maret 2025,” pungkasnya.
Penentuan awal Syawal kerap menjadi perhatian masyarakat karena adanya perbedaan metode antara hisab dan rukyat. Namun, Abuya Muhtadi dan para pengikutnya berpegang pada metode penghitungan sendiri dalam menentukan hari Lebaran.
Editor: Bayu Mulyana










