SERANG – Sekda Banten Al Muktabar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Banten. Sidak pertama dilakukan di gedung terpadu dengan mengunjungi kantor LPSE, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Banten, serta ULP Banten. Sidaknya berlanjut ke gedung di sampingnya yang diisi Diskominfo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Banten.
Saat sidak ke ruangan Diskominfo, Al mendatangi ruang server dan meminta agar dus-dus tak disimpan dalam ruangan tersebut agar tak menimbulkan debu yang dapat merusak peralatan elektronik yang ada. Selain itu, Al juga melihat Banten Command Center dan meminta agar CCTV yang dimiliki Dishub Banten diintegrasikan dengan Polda Banten. Selesai di Diskominfo, Al melintasi ruangan Dishub dan berhenti sejenak di ruang tamu yang berada di bagian depan gedung tersebut.
Dalam ruangan itu terdapat sejumlah sofa berwarna coklat yang kondisinya sudah tidak layak karena ada beberapa bagian yang sobek. Al pun langsung mengkritik Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo yang saat itu mendampinginya. “Orang pulang dari sini langsung pada sakit lho Pak,” ujar Al kepada Tri, Jumat (14/6).
Kata Al, ketimbang memaksakan meletakkan sofa di ruangan itu lebih baik tak perlu ada sofa. “Kalau memang mau ada sofa, lebih diatur yang baik. Ini soal pengaturan,” tandasnya.
Menanggapi itu, Tri mengatakan, sofa itu dilakukan sebagai ruang tunggu bagi para tamu. “Ini untuk clearing tamu Pak,” ujar Tri.
Usai dari Dishub, Al pun mengunjungi kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten. Begitu datang, ia tak langsung mendatangi ruang Kepala Bapenda Banten Opar Sohari. Tetapi Al langsung memasuki aula yang terdapat di sisi kanan kantor. “Bagus ini ada ruang seperti ini untuk pertemuan, jadi tak perlu sewa-sewa tempat,” tandasnya kepada Opar.
Setelah itu ia mendatangi ruang Opar dan melihat grafis pendapatan Bapenda secara online. Bahkan, dalam ruangan itu, ia juga bisa memantau kondisi kantor-kantor UPT Samsat seluruh Banten dan gerai-gerai.
“Ya bagus seperti ini. Harus terus berinovasi. Jangan pelan-pelan ingin mewujudkan ini itu, tapi harus cepat-cepat,” tegas pria yang baru dilantik sebagai Sekda pada akhir Mei lalu ini.
Sementara itu, Opar mengatakan, meskipun ia tak mengunjungi satu per satu kantor UPT yang akan di bawahnya, tapi ia bisa memantau langsung melalui CCTV. “Pendapatan per jam, per hari, per minggu bisa dicek. Kalau kendor bisa dicek apa masalahnya. Kendala teknis dan nonteknis langsung diselesaikan,” tegas Opar. (Rostinah)











