JAKARTA – Dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, disebut-sebut punya potensi maju dalam Pilkada Kota Solo pada 2020.
Dari survei yang dilakukan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta,
Gibran mampu bersaing dengan Wakil Wakil Wali Kota Achmad Purnomo dan Ketua DPRD Teguh Prakosa. Achmad Purnomo mendapatkan 38 persen, Gibran 13 persen, dan Teguh Prakosa mendapatkan 11 persen. Sedangkan Kaesang hanya 1 persen.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan, Partai Golkar sangat terbuka untuk mengusung siapapun figur yang dinilai memiliki potensi popularitas dan elektabilitas dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020. “Jika figur Gibran-Kaesang memiliki potensi popularitas dan elektabilitas dalam Pilwakot Solo, tentu patut Golkar pertimbangkan,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Sabtu (27/7), dikutip Fajar Indonesia Network (fin.co.id).
Hal senada juga disampaikan Partai Demokrat. Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean akan dengan senang hati mengusung apabila Gibran atau Kaesang berniat mencalonkan diri. ”Namun demikian, keputusan harus melalui mekanisme Mahkamah Tinggi Partai. Tanpa mendahului sikap Mahkamah Tinggi, Demokrat dengan senang hati mendukung salah satu putra presiden maju sebagai Wali Kota Solo,” ucap Ferdinand.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga membuka peluang serupa. Dua putra Jokowi itu dinilai sebagai tokoh muda yang kaya ide. Keduanya dianggap memiliki visi kerja kerakyatan seperti ayahnya. “PKB sangat mungkin mengusungnya. Surveinya bagus, tokoh muda dan kaya ide. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” ujar DPP PKB Jazilul Fawaid.
Menurut Jazilul, Gibran ataupun Kaesang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Keduanya telah memiliki pengalaman dalam memimpin usaha dan kegiatan sosial. “Politik intinya kepemimpinan dan komunikasi. Saya melihat Gibran lebih matang. Baik usia maupun pemahaman terhadap kebutuhan Kota Solo,” paparnya.
Tak hanya parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin, PKS yang sudah menegaskan siap menjadi oposisi dalam pemerintahan ke depan juga siap mengusung Gibran. Putra sulung Jokowi itu sudah masuk dalam radar PKS.
Sekretaris Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPP PKS, Suhud Alynudin mengatakan pada perhelatan Pilkada Solo 2010, PKS ikut mengusung pasnagan Jokowi-FX Hadi Rudiyatmo. Saat itu, Jokowi-Hadi menang dengan raihan 90 persen suara. Dia mengalahkan pasangan Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. “Kita lihat nanti. Karena dulu saat di Solo, PKS pernah mengusung Pak Jokowi,” jelas Suhud. (fin/aas)









