TANGERANG SELATAN – Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengunjungi barak latihan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di lapangan Cilenggang, Senin (5/8). Kedatangan Airin sekaligus untuk memberikan motivasi kepada 59 anggota Paskibra.
“Kalian harus bangga bisa terpilih menjadi pengibar bendera Merah Putih dalam HUT Kemerdekaan Indonesia tingkat Kota Tangsel. Saya minta jaga kesehatan, baik fisik maupun mental dan tetap semangat,” katanya di barak latihan.
Ia menambahkan, kehadirannya untuk memberikan dukungan moril. “Kalau ada keluhan sampaikan langsung kepada senior, jangan sungkan,” jelasnya lagi.
Airin berpesan, seluruh pelajar yang tergabung dalam Paskibra dapat menjaga marwah lembaga. Mereka harus bisa menjaga kesehatan sehingga bisa mengemban tugas saat upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74.
“Saya akan evaluasi demi kebaikan kita bersama. Dan semoga hal-hal yang tidak diinginkan besok dan seterusnya tidak terulang kembali,” katanya.
Seperti diketahui, Aurellia Qurratuaini meninggal dunia, Kamis (1/8) sekira pukul 05.00 di rumahnya Kompleks Taman Royal 2, Kota Tangerang. Aurel panggilan akrab Aurellia Qurratuaini diproyeksikan menjadi pembawa baki bendera Merah Putih saat Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kota Tangsel.
Menurut keterangan keluarga, malam hari sebelum meninggal, Aurel sempat menderita panas. Namun, keluarga mengira yang diderita Aurel hanya panas biasa. Kematian Aurel secara tiba-tiba, mengundang banyak tanda tanya. Salah satunya, soal adanya dugaan kekerasan selama menjalani pelatihan Paskibra.
Namun, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel Warta Wijaya membantah prasangka tersebut. “Tidak ada kekerasan seperti yang beredar bahwa Aurel mengalami memar akibat tindak kekerasan diplonco oleh seniornya. Itu hoax,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima Radar Banten, Minggu (4/8). (you/asp/sub)










