CILEGON – Masyarakat dan buruh di Kota Cilegon membentuk Front Daulat Pribumi. Wadah itu dibentuk untuk menolak rencana restrukturisasi PT Krakatau Steel (KS) yang berdampak pada ribuan buruh kehilangan pekerjaan.
Deklarasi Front Daulat Pribumi dilakukan di aula DPRD Kota Cilegon, Rabu (7/8). Ratusan buruh, dan sejumlah unsur masyarakat, baik Ormas, mahasiswa, dan masyarakat umum hadir dalam kesempatan itu.
Presiden Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) Tb Mulyadi Sanusi menjelaskan, Front Daulat Pribumi merupakan inisiasi dari PPMC. Itu dilakukan karena ribuan buruh terancam kehilangan pekerjaan pada 31 Agustus mendatang.
Pria yang kerap disapa Cak Mul itu menilai kebijakan retsrukturisasi oleh Direktur Utama (Dirut) PT KS Silmy Karim tidak tepat. Menurutnya, agar perusahaan bisa lepas dari persoalan, seharusnya direksi mengeluarkan kebijakan lain yang tidak berujung pada pemecatan buruh.
“Penyelamatannya bukan dengan PHK, tapi yang lain, bisa dengan potong gaji atau kebijakan lain,” paparnya.
KS berencana tidak memperpanjang kontrak dengan sejumlah vendor pada 31 Agustus mendatang. Ribuan buruh pun terancam menjadi pengangguran akibat hal itu.
Karena itu, jika kebijakan itu benar-benar dilakukan, elemen yang tergabung dalam Front Daulat Pribumi akan melakukan aksi besar-besaran secara berkelanjutan mulai dari Pemkot Cilegon, Pemprov Banten, hingga istana negara. (Bayu Mulyana)









