SAJIRA – Warga Kampung Margaluyu, Desa Paja, Kecamatan Sajira, kesulitan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. Sumur warga setempat mengering, sehingga terpaksa harus menimba air dari sumur resapan yang ada di Sungai Cilutung yang kondisinya kotor, Kamis (8/8).
Setiap warga Kampung Margaluyu yang membutuhkan air, harus berjalan ke sumur resapan yang ada di Sungai Cilutung. Mereka mengambil air, mencuci pakaian, dan peralatan rumah tangga di lokasi tersebut.
Air dari dalam sumur ditimba menggunakan ember kecil yang diikatkan ke bambu. Setelah itu, air dimasukan ke ember yang telah disediakan.
Iroh, warga Margaluyu menyatakan, masyarakat satu kampung mengandalkan air dari sumur ini untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan memasak.
Mulai dari pagi sampai sore hari, masyarakat antre untuk mendapatkan air dari sumur resapan yang sudah menyusut. Bahkan, warga harus menunggu beberapa saat untuk mendapatkan air yang ada di sumur.
“Iya masyarakat satu kampung ke sini semua. Airnya untuk mencuci dan memasak,” kata Iroh kepada wartawan, Kamis (8/8).
Menurutnya, setiap musim kemarau air di sumur warga selalu kering. Karena itu, sumur di aliran Sungai Cilutung ini menjadi satu-satunya sumber air bagi masyarakat. Walaupun, mereka harus antre untuk mendapatkan air bersih dari dasar sumur yang tertutup pasir ketika musim penghujan tersebut.
“Sampai sekarang belum ada bantuan air bersih dari pemerintah. Padahal, masyarakat membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Ahmad Yani, warga Margaluyu lainnya menerangkan, sejak musim kemarau masyarakat terpaksa memanfaatkan air dari sumur yang terletak di Sungai Cilutung, karena air di rumah warga kering. “Saat musim hujan, Sungai Cilutung dialiri air dan sumur ini tertutup pasir. Tapi ketika musim kemarau air sungai kering dan masyarakat menggali sumur tersebut, sehingga airnya bisa dimanfaatkan,” terangnya.
Yani meyakinkan, masyarakat yang memiliki sumur bor pun tidak ada airnya. Sehingga, terpaksa mengambil air dari sumur di Sungai Cilutung.
“Iya, sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Mungkin belum diajukan pemerintah desa dan kecamatan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, belum ada permohonan bantuan air bersih yang diajukan warga Margaluyu melalui pemerintah Desa Paja, Kecamatan Sajira. Kata dia, apabila ada surat permohonan bantuan air bersih dari desa, maka BPBD akan langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat di lapangan.
“Pemkab selalu berupaya melayani masyarakat secara maksimal. Kalau ada surat permohonan bantuan, maka akan langsung dilayani dan dikirim air bersih ke wilayah desa yang mengalami kesulitan air bersih,” katanya. (tur/zis)










