SERANG – Bencana kebakaran terus mengancam wilayah Kabupaten Serang. Dalam dua hari terakhir, sudah tiga peristiwa kebakaran yang terjadi di tiga kecamatan. Beruntung dalam tiga kejadian kebakaran itu tidak sampai merenggut korban jiwa.
Kebakaran pertama terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Faryizi di Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang. Kejadiannya pada Rabu (7/8) malam. Api membakar sembilan kobong milik ponpes hingga ludes. Kebakaran terjadi sekira pukul 20.30 WIB.
Saat kejadian, puluhan santri sedang mengaji di majelis pesantren. Tiba-tiba, saluran listrik salah satu kobong korslet, kemudian terdengar suara ledakan serta menimbulkan percikan api hingga membakar kobong dan merambat ke bangunan lainnya.
Api dengan cepat merambat bangunan kobong yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu di ponpes tersebut. Sontak, para santri dan masyarakat setempat berbondong-bondong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api dapat dipadamkan 20 menit kemudian.
Camat Padarincang Gunawan mengatakan, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di salah satu kobong. Saat kebakaran, para santri sedang mengaji. “Pesantren yang terbakar milik Pak Ustaz Saefullah,” ungkap Gunawan yang dikonfirmasi Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Kamis (8/8).
Gunawan memastikan, tidak ada korban jiwa atas kebakaran. Namun, kerugian materiel diprediksi mencapai Rp30 juta. Pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada Pemkab Serang. “Sudah ada bantuan yang datang dari BPBD,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku, sudah menerima laporan kebakaran kobong milik ponpes di Padarincang. Pihaknya juga menangani kebakaran di Kampung Sindang Nyomplang, Desa Sindang, Kecamatan Petir, Kamis (8/8). Api membakar satu rumah akibat korsleting listrik. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp150 juta. “Bangunan rumah yang terbakar rusak berat,” ungkapnya.
Berdasarkan kronologi yang diterima Nana, rumah terbakar sekira pukul 09.00 WIB. Pihaknya sudah mengirimkan tim pemadam kebakaran ke lokasi kejadian melalui Pos Damkar Petir. “Uang Rp11,5 juta, emas tujuh gram 24 karat, dan emas Singapura lima gram ikut terbakar,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, sekira pukul 12.52 WIB. Yakni, sarana mandi cuci kakus (MCK) milik SDN 1 Pabuaran yang terbakar. Sumber api berasal dari pembakaran sampah di sekitar bangunan sekolah yang merambat ke MCK sekolah. “Hanya kamar mandi sekolah yang rusak,” ujarnya. (jek/zai/ira)









