LEBAK – Wakil Ketua DPRD Lebak yang juga tokoh masyarakat Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Mas Yogi Rochmat mengkritisi kegiatan rehabilitasi Situ Cijoro Bendungan yang lamban. Bahkan, kegiatan pengerukan lumpur di areal bendungan mangkrak kurang lebih satu bulan, sehingga dia pesimis pengerukan lumpur dapat selesai tepat waktu.
Pantauan Radar Banten di lokasi, satu unit alat berat stand by di tengah-tengah Situ Cijoro Bendungan. Sementara itu para pekerja tampak sedang memasang tembok penahan tanah (TPT). Sebagian besar lumpur di Situ Bendungan masih belum dikeruk dan ditumbuhi ilalang. Di papan informasi proyek, rehabilitasi Situ Cijoro Bendungan dilaksanakan PT Alam Bangun Infrastruktur. Anggaran pembangunan kurang lebih Rp4,4 miliar dan waktu kegiatan pembangunan selama 210 hari.
“Kegiatan rehabilitasi Situ Cijoro Bendungan sempat mangkrak satu bulan. Karena itu, kami minta pelaksana proyek untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan pengerukan lumpur,” kata Yogi kepada Radar Banten, Rabu (21/8).
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar ini mengaku tidak ingin kegiatan pengerukan lumpur asal-asalan. Saat musim kemarau, pelaksana proyek mestinya memprioritaskan kegiatan pengerukan lumpur yang mencapai beberapa meter tersebut. Karena bila musim penghujan datang, lumpur akan tertutup dan kegiatan pengerukan tidak akan maksimal.
“Pokoknya harus cepat dilakukan pengerukan, sehingga kegiatan rehabilitasi Situ Cijoro Bendungan dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya dirasakan masyarakat di wilayah Rangkasbitung,” jelasnya.(Mastur)
Tradisi Seba Digelar di Pendopo Lebak, Kaolotan Baduy Titip Pesan Jaga Lingkungan
LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Prosesi tradisi Seba Baduy berlangsung khidmat di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Jumat malam, 24 April 2026....
Read moreDetails










