TANGERANG SELATAN – Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany melepas ratusan peserta lawatan sejarah daerah (Laseda) di Lapangan Balai Kota Tangsel, Maruga, Kecamatan Ciputat, Kamis (22/8).
Laseda adalah bagian dari kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) yang telah berjalan dan menjadi program rutin di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taryono menyatakan, Laseda merupakan bagian mengenal sejarah, dimana siswa diajak mengunjungi monumen peristiwa Lengkong yang terletak di Lengkong Wetan dan juga beberapa monumen sejarah dan cagar budaya yang ada di Kota Tangsel.
“Tak hanya melalui buku siswa mengenal sejarah, tapi melalui Laseda juga diharapkan sejarah benar-benar dipahami dan diresapi,” singkatnya.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan sebelumnya peserta telah diberi pemahaman dan pelatihan tentang sejarah dan situs-situs yang ada di Kota Tangsel. Mereka juga diajak untuk menggali, menjaga, melestarikan, membina, dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Kota Tangsel.
“Kami harapkan peserta akan mengetahui dan mendalami sejarah di Kota Tangsel,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kerangka membangun anak-anak yang cerdas dan berkarakter. “Kota Tangsel, kota termuda di Provinsi Banten punya banyak sejarah. Kan lebih asyik belajar langsung di lapangan,” ujarnya.
Airin berpesan sebagai generasi penerus, wajib untuk mengetahui apa-apa yang telah ada dan yang pernah terjadi. Sehingga, menjadi sejarah yang patut dikenang dan tetap dijaga kelestariannya.
“Satu hal penting yang ingin saya tekankan pada kesempatan ini. Mari kita jadikan kegiatan ini, sebagai wadah untuk mengenal sejarah panjang dari kota kita ini,” pungkasnya. (you/adm)









