LEBAK – Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan untuk pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Assirojutolibin yang terbakar pada 16 Agustus 2019 lalu.
Total bantuan yang diberikan pimpinan ponpes tersebut KH Uci Sanusi sebesar Rp40.837.000, berbentuk uang tunai sebesar Rp25 juta dan berupa bahan bangunan senilai Rp15 juta lebih.
Ketua FSPP Kabupaten Lebak Ade Bujhaerimi menyatakan, dana bantuan yang diberikannya berasal dari anggota dan pengurus FSPP Lebak, FSPP Banten, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan pengusaha. “Setelah menerima informasi kobong santri di Kampung Babakancaringin, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira terbakar, saya langsung membuka donasi untuk membantu pembangunan Ponpes Assirojutolibin yang terbakar. Alhamdulillah sampai sekarang terkumpul Rp40 juta lebih,” kata Ade kepada Radar Banten, Jumat (23/8).
Dia berharap, masyarakat dapat ikut berpartisipasi membantu pembangunan ponpes tersebut. Ade yakin, uang hasil donasi dari FSPP Lebak tidak akan cukup untuk pembangunan kembali dua lokal kobong santri. Warga yang punya bambu atau kayu bisa dihibahkan kepada ponpes tersebut.
“Saya bersyukur pengurus dan anggota FSPP kompak. Tiap ada musibah kita selalu patungan membantu pimpinan ponpes yang terkena musibah,” ungkapnya.
Ade menerangkan, jumlah ponpes di Lebak tercatat sebanyak 1.500, tersebar di 28 kecamatan. Setiap pesantren, minimal memiliki 10 orang santri. Bahkan, ada pesantren yang santrinya mencapai ratusan orang. “Pesantren merupakan aset bangsa. Perannya cukup vital dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM-red) generasi muda di daerah,” paparnya.
Pimpinan Ponpes Assirojutolibin KH Uci Sanusi mengapresiasi, komitmen anggota dan pengurus FSPP Lebak dalam membantu pesantren yang terkena musibah. Sejak bangunan terbakar, para santri terpaksa harus berdesak-desakan menghuni kobong yang tidak terbakar.
Dia berjanji, bantuan yang didapat akan dimanfaatkan untuk pembangunan kembali dua kobong yang ludes dilalap si jago merah. Harapannya proses pembangunan kobong berjalan lancar, sehingga kobong hasil bantuan dari FSPP tersebut dapat segera digunakan.
“Kepedulian dan kekompakan pengurus FSPP dapat menjadi suri tauladan bagi organisasi lain. Soalnya, setiap terjadi musibah, FSPP selalu membantu meringankan beban pesantren,” katanya. (tur/zis)











