SERANG – Sebanyak 41 dari 54 inovasi yang diterbitkan Pemkab Serang pada 2018 dalam hal pelayanan informasi dan sistem pemerintahan dinilai belum optimal. Ke-41 inovasi tersebut masih proses penerapan.
Hal itu terungkap pada rapat evaluasi implementasi laboratorium inovasi Kabupaten Serang Tahun 2018-2019 di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Selasa (27/8). Acara dibuka Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Hadir Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang Asep Saepudin Mustofa dan pemateri berasal dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Pandji mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi 54 inovasi daerah yang diluncurkan pada 2018. Namun, diakui Pandji, belum semua inovasi terealisasi. “Dari 54 inovasi yang disebar di OPD (organisasi perangkat daerah), yang terealisasikan efektif baru 13 (inovasi-red), 41 inovasi lain masih proses, sekarang kita evaluasi,” ungkapnya.
Menurut Pandji, masih banyaknya inovasi yang belum terealisasi akibat sistem kaku sehingga penggunaannya tidak langsung dipahami masyarakat. “Makanya kita evaluasi, apa yang kurang tepat, harusnya seperti apa,” terang Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari) Banten ini.
Pandji menyarankan, inovasi yang dimunculkan jangan sampai menyulitkan pengguna, melainkan sistemnya harus memudahkan. “Sehingga inovasi-inovasi yang dibuat dapat diterima oleh semua kalangan,” jelas mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu.
Senada disampaikan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Serang Parida Rani yang mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi untuk mengetahui hambatan dan manfaat inovasi yang sudah diluncurkan. “Masih banyak yang perlu didorong (inovasi-red), dari segi SDM (sumber daya manusia-red)-nya, anggarannya,” terangnya.
Diungkapkan Parida, dari 54 inovasi didominasi aplikasi informasi dan teknologi (IT) yang tersebar di seluruh OPD. “Yang 36 aplikasi akan kita serahkan ke Dinas Kominfo (menyebut Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik-red),” pungkasnya. (jek/zai/ags)










