SERANG – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Lili Romli menegaskan siap maju pada Pilkada 2020 Kabupaten Serang, dengan catatan mendapat perahu politik (parpol).
Demikian pernyataan pria yang akrab disapa Prof Lili itu saat berdialog dengan awak media di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (6/9). Lili mengaku, mulanya hanya akan fokus pada dunia akademik atau penelitian. Namun, seiring waktu ia tergerak maju sebagai bakal calon (balon) bupati karena merasa terpanggil untuk ikut membangun Kabupaten Serang yang juga tanah kelahirannya.
“Dorongan dari masyarakat membuat saya siap mewakafkan pikiran dan tenaga untuk turut serta membangun Kabupaten Serang,” ujarnya.
Kemantapannya untuk maju pada pilkada juga setelah mengukur kapasitas dan pengalamannya sebagai ilmuan sekaligus pengajar di Universitas Indonesia (UI), selain ia juga pernah menjadi pejabat pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Ketika masyarakat mendorong untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serang, saya serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Kabupaten Serang,” katanya.
Menurutnya, aspirasi dan keinginan masyarakat Kabupaten Serang begitu besar dan kuat agar ada sosok yang tampil untuk terus membangun Kabupaten Serang. “Jika dorongan dan aspirasi masyarakat begitu kuat, maka saya merasakan adanya panggilan moral untuk membangun daerah kelahiran,” terangnya.
Lili menilai, kalangan akademisi menjadi kepala daerah bukan hal baru. Bahkan akademisi, menurut Lili, sudah dipandang partai politik (parpol) sebagai sumber rekrutmen untuk menjadi calon-calon kepala daerah.
“Bisa ketika partai-partai politik mengajak para akademisi terjun sebagai pemimpin daerah. Selain karena memiliki kemampuan keilmuan, juga memiliki kapasitas sebagai pemimpin,” jelasnya.
Lili pun mencontohkan sosok Profesor Nurdin Abdullah dari Unhas yang diusung sebagai Bupati Banteng yang kemudian naik menjadi Gubernur Sulawesi Selatan. Begitu juga dengan Ridwan Kamil dari ITB yang diusung sebagai Walikota Bandung hingga menjadi Gubernur Jawa Barat. Selain itu juga ada Bima Arya dari Universitas Paramadina yang menjadi Walikota Bogor dua periode.
“Masuknya akademisi bisa menjadi warna. Karena saya pribadi ingin pilkada menjadi pertarungan visi dan gasasan. Bukan sekadar sosok atau figuritas,” tegas pria kelahiran Serang 10 Maret 1964 ini.
Lili mengaku, siap maju jika mendapat perahu parpol. Menurutnya, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, dan parpol menjadi mesin utamanya. Lili juga mengaku sudah melakukan proses komunikasi dengan sejumlah parpol seraya membangun kesamaan gagasan. “Saya akan mencalonkan diri melalui jalur partai, karena membangun suatu daerah itu tidak bisa sendiri,” tegasnya.
Dukungan terhadap Lili untuk maju pada Pilkada 2020 Kabupaten Serang sempat disampaikan Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Serang (IKA Hamas) Kabupaten Serang dan Solidaritas Serang Utara (Setara). Ketua IKA Hamas Agus Munandar menyakini, latar belakang Lili sebagai guru besar LIPI dapat menghadirkan terobosan baru mengatasi persoalan di Kabupaten Serang. “Saya rasa, Pak Lili Romli sosok paling tepat untuk mengisi kepala daerah di Kabupaten Serang ke depan,” nilainya.
Senada disampaikan Ketua Setara Lutfi Nawawi yang menilai, Kabupaten Serang membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan di wilayahnya, selain memiliki terobosan mengatasi persoalan klasik. (ken/zai/ags)










