TANGERANG – Kepala Desa Rancabuaya Supandi mengklaim, pemerintahan yang dia pimpin telah mengelola anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dengan cemat. Uang desa digunakan untuk melaksanakan program pembangunan dan tepat sasaran.
Total APBDes Rancabuaya 2018 bidang pembangunan desa sebesar Rp758.678.400. Supandi menuturkan, uang ini dialokasikan untuk, antara lain, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Bamimasjid senilai Rp33.262.500, pembangunan MCK di Kampung Manjun Rp89.358.955, pembangunan MCK di Kampung Bami Rp89.358.955, dan pembangunan drainase di Kampung Bamimasjid Rp109.490.000.
Lalu, lanjut Supandi, untuk pembangunan drainase di Kampung Cipendeuy Rp109.490.000, pembangunan rabat beton di Kampung Cipendeuy Rp108.713.500, pembangunan rabat beton di Kampung Bamimasjid Rp193.604.490, dan fasilitas kegiatan pembangunan desa sebesar Rp25.400.00.
”Untuk bidang peningkatan keterampilan, kita alokasikan dana peningkatan keterampilan usaha kerajinan Rp22.835.771, lalu peningkatan keterampilan masyarakat dalam jasa servis ranmor (kendaraan bermotor-red) Rp123.581.995. Total Rp146.417.766,” ujar Supandi kepada Radar Banten, belum lama ini.
Penggemar sepak bola ini juga memaparkan, dalam pembangunan desa, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Rancabuaya untuk turut membantu. Ini sengaja dilakukan untuk membudayakan gotong royong kembali. ”Waktu pembangunan jalan desa, kita ajak masyarakat. Ibu-ibu, baik tua maupun muda, ikut membantu mengangkat pasir dan batu-batu kerikil. Lalu, bapak-bapak mengaduk dan lain-lain. Mereka semua kita bayar. Daripada membayar orang lain, masih mending bayar warga sendiri kan?” ucap Supandi.
Supandi menambahkan, Desa Rancabuaya juga memiliki potensi daerah. Yakni, kerajinan rotan. ”Jadi, kita (Pemerintah Desa Rancabuaya-red) kasih modal (kepada Khoir Efendi/pengrajin rotan-red) untuk membuat kerajinan tangan yang terbuat dari rotan. Bisa jadi tempat parsel, pot bunga, dan lain-lain. Sekarang sudah berkembang, hingga punya 20 karyawan, dan produknya sudah dikirim ke Jakarta,” papar pria yang juga penghobi motor cross ini.
Kaur Perencanaan Kurniawan menambahkan, nama Desa Rancabuaya sendiri ditentukan berdasarkan sejarah yang dituturkan para tokoh/sesepuh desa. Konon, desanya adalah hamparan ranca atau rawa. ”Dahulu, di dalam rawa-rawa ini terdapat banyak sekali buaya-buaya, akhirnya para tokoh Desa Rancabuaya menamakan desa ini menjadi Desa Rancabuaya,” pungkas Kurniawan. (pem/rb/sub)
PROFIL DESA RANCABUAYA:
Tahun Pembentukan : 1947
Kecamatan : Jambe
Luas Wilayah : 212 Hektare
Batas Wilayah
Sebelah Utara : Desa Pasirbabat
Sebelah Selatan : Desa Taban
Sebelah Barat : Desa Tiparraya
Sebelah Timur : Desa Ancolpasir
Jumlah Penduduk : 3.914 Jiwa (1.210 KK) Laki-laki :1.983 Jiwa Perempuan :1.931 Jiwa
Profesi Penduduk:
a. Wiraswasta/Pedagang : 570 orang
b. Petani : 1.246 orang
c. Karyawan Swasta/Pegawai Pemerintah : 1.240 orang
d. Tukang : 85 orang
e. Buruh Tani : 50 orang
f. Pensiunan : 7 orang
g. Peternak : 8 orang
h. Pengrajin : 40 orang
i. Pekerja Seni : 4 orang
APARATUR DESA:
Kepala Desa : Supandi
Sekretaris Desa : Suriya
Kasi Pemerintahan : Mulyadi Sofyan
Kaur Umum : Janudin
Kaur Keuangan : Dulhalim
Kasi Pembangunan : Arsan
Kasi Pemberdayaan : Suparman
Kaur Perencanaan : Kurniawan
Bendahara : Aceng
Jaro : Marsani
Jaro : Sugan Heryana










