CILEGON – Partai Demokrat dan Partai Berkarya mengharapkan pimpinan alat kelengkapan Dewan (AKD) dibagi secara merata kepada setiap fraksi. Pembagian tersebut dinilai perlu dilakukan agar setiap fraksi mempunyai kesempatan yang sama dalam menjalankan tugas serta kewenangan di legislatif.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh menuturkan, sebagai lembaga kolektif kolegial, dia berharap piminan DPRD Kota Cilegon merangkul seluruh fraksi untuk membahas pembagian AKD. “Supaya fraksi yang ada delapan terakomodasi, semua kebagian merata dengan kapasitas masing-masing,” ujar Rahmatulloh kepada wartawan, Jumat (20/9).
Dijelaskan Rahmatulloh, unsur pimpinan di setiap AKD terdiri dari ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Menurutnya, seluruh fraksi paling tidak bisa menempati salah satu posisi unsur pimpinan.
“Kami menyadari bahwa Demokrat hanya memiliki dua kursi DPRD. Tetapi secara fraksi, setelah kami bergabung dengan PPP, kami sama saja dengan yang lain punya empat kursi sehingga hak kami juga sama,” kata Sekretaris Fraksi Persatuan Demokrat ini.
Jika jatah unsur pimpinan hanya dikuasai oleh partai-partai yang menguasai kursi terbanyak, Rahmatulloh menilai bahwa hal itu menunjukkan tidak ada kemajuan dan kedewasaan berpolitik di DPRD Kota Cilegon. “Apa bedanya dengan DPRD periode-periode sebelumnya yang selalu ribut dalam pembagian AKD. Daripada mengatur taktik, ini itu agar menguasai AKD, saya kira dibagi yang adil saja, dan kita manut saja,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi Berkarya Dimas Saputra. Ia menilai seluruh fraksi pasti mengharapkan mendapatkan kesempatan untuk menduduki posisi unsur pimpinan di AKD. “Dalam arti kita mempunyai kesempatan dan peluang yang sama meskipun kita partai baru,” ujar Dimas.
Menurut Dimas, dengan seperti itu, seluruh fraksi mempunyai peluang yang sama untuk bekerja secara optimal dalam menjalankan tugas-tugas sebagai anggota legislatif di Kota Cilegon. Menurutnya, Partai Berkarya yang memiliki empat kursi, sangat layak mendapat jatah pimpinan komisi. “Kita berharap di setiap komisi kita mengisi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Sementara Endang Efendi meminta semua pihak menjalin komunikasi dengan baik. Menurutnya, unsur pimpinan AKD tidak hanya posisi ketua komisi atau alat kelengkapan lainnya. Ada juga posisi wakil ketua dan sekretaris.
“Di DPRD ini kan ada delapan fraksi. Sedangkan alat kelengkapannya hanya ada enam. Makanya ada dua fraksi yang harus rela tidak menduduki kursi ketua. Tapi kan mereka bisa mengambil posisi lain seperti wakil ketua dan sekretaris,” kata Endang. (bam-ibm/ags)









