CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon meminta agar pejabat tinggi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bisa mendongkrak performa perusahaan.
Pemerintah Kota Cilegon tengah melakukan perombakan jajaran direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sejumlah posisi strategis kini memasuki proses seleksi, mulai dari Direktur Utama dan Direktur SDM dan Kepatutan BPRS Cilegon Mandiri (BPRS CM), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), hingga Dewan Pengawas PDAM Cilegon.
Langkah ini disebut sebagai upaya penguatan perusahaan daerah, namun DPRD mengingatkan bahwa rotasi jabatan tidak cukup tanpa perbaikan kinerja.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah, menyambut baik proses seleksi tersebut. Namun ia menegaskan bahwa masyarakat Kota Cilegon tidak menunggu pergantian jabatan, melainkan hasil kerja nyata dari pimpinan BUMD.
“Di BPRS Cilegon Mandiri, tantangan calon Direktur Utama bukanlah tantangan biasa. Selain pemulihan profitabilitas dan efisiensi biaya, persoalan paling krusial adalah penurunan rasio Non Performing Financing (NPF). Pada September 2025 NPF tercatat 36,2 persen, jauh di atas batas aman industri perbankan syariah,” ujarnya.
Rahmatullah menegaskan bahwa tanpa penurunan pembiayaan bermasalah, peningkatan aset dan penghimpunan dana pihak ketiga tidak akan memberi dampak bagi kesehatan bank.
Ia meminta calon direktur fokus menekan NPF melalui restrukturisasi terukur, penguatan manajemen risiko, hingga penyaluran pembiayaan yang lebih selektif.
Sorotan juga diarahkan kepada PT PCM yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan besar namun belum termanfaatkan optimal.
“Prognosis 2025 menunjukkan pendapatan naik 17,2 persen, tetapi biaya juga naik 17,1 persen. Jika pendapatan tumbuh tapi laba tidak mengikuti, otomatis dividen bagi APBD ikut tertahan,” katanya.
Menurutnya, calon Direktur Keuangan PT PCM harus mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan margin laba bersih, bukan hanya mengejar kenaikan pendapatan nominal.
Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PKS, Ferry Budiman. Ia berharap direksi yang dipilih memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kemampuan manajerial yang baik dan kemampuan mengelola BUMD secara profesional menjadi syarat mutlak.
Ferry menilai inovasi menjadi kebutuhan mendesak di setiap perusahaan daerah. Pengembangan dan pemanfaatan aset disebutnya sebagai peluang besar untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menambahkan bahwa target yang sudah ditetapkan pemerintah harus menjadi komitmen yang wajib diwujudkan oleh setiap direksi.
“Target yang ditetapkan pemerintah kota harus menjadi parameter kesungguhan direktur baru dalam menjalankan BUMD. Itu ukuran kredibilitas mereka,” ujar Ferry.
DPRD menegaskan akan terus mengawal proses seleksi hingga pengukuran kinerja pasca pelantikan. BUMD diminta tidak hanya menjadi beban anggaran, tetapi tampil sebagai penggerak ekonomi daerah. (ADV)











