CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID- Pokja Wartawan Harian Cilegon menggelar seminar bertajuk “CSR Komitmen Perusahaan atau Gimik” di Aula Setda Kota Cilegon, Jumat 23 Januari 2025.
Dalam forum tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon menyoroti belum optimalnya pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) industri di Kota Baja.
Wakil Ketua Umum Kadin Cilegon Bidang CSR, Arif Rachman, menegaskan bahwa persoalan CSR bukan karena industri tidak terlibat, melainkan lemahnya sistem dan mekanisme yang berjalan selama ini.
“Bukan berarti industri sama sekali tidak terlibat. Masalahnya ada di sistem dan mekanisme yang belum berjalan,” ujarnya.
Arif menilai, meski regulasi terkait forum CSR sudah cukup banyak, implementasinya masih lemah.
Ia mengkritik forum CSR yang selama ini hanya berjalan secara seremonial tanpa arah dan keberlanjutan.
“Regulasinya banyak, tapi forum CSR jangan hanya jadi tempat seremonial. Harus ada sinergi dan keberlanjutan,” tegasnya.
Menurut Arif, CSR seharusnya berorientasi pada pencapaian 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs). Tanpa keberlanjutan, kata dia, tujuan CSR tidak akan pernah tercapai.
Ia juga menekankan perbedaan antara CSR dan kegiatan filantropi. Bantuan sesaat seperti peringatan Maulid Nabi atau Agustusan, menurutnya, tidak bisa dikategorikan sebagai CSR.
“Itu filantropi, bukan CSR. CSR harus terukur dan berkelanjutan,” tandasnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











