SERANG – Pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan ditanggapi berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali Sekda Banten Al Muktabar. Kata Al, Pemprov tidak mempermasalahkan kehilangan kedekatan dengan ibukota negara lantaran Banten memiliki potensi sendiri. Al justru mengajak Jakarta agar menjadi bagian dari Banten.
“Kami akan mengajukan agar DKI Jakarta menjadi bagian dari Banten,” ujar Al saat high meeting level Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kamis (26/9).
Pernyataan itu dilontarkan Al di hadapan perwakilan pemerintah kabupaten kota se-Banten. Terlihat hadir juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten Erwin Soeriadimadja serta peserta rapat lainnya.
Kata Al, sejatinya Jakarta bagian dari Banten. Ia menceritakan pemikirannya sempat disampaikan saat menjadi pembicara di seminar nasional Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020-2024 di auditorium Gadjah Mada, Gedung Panca Gatra, Lemhanas, Jakarta, pada Jumat (20/9) lalu.
Kata dia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar tersenyum mendengarkan pemikirannya, seakan setuju dengan idenya. “Memang paling riil DKI Jakarta bergabung dengan Banten,” tuturnya.
Saat diwawancara, Al mengatakan, kalau ibukota negara pindah ke Kalimantan, ada pemikiran yang paling cepat terintegrasi administrasinya ke Provinsi Banten. “Sejarahnya juga rangkaian. Ini bagian dari pemikiran-pemikiran,” ujarnya.
Ia mengatakan, Banten ingin selalu merespons positif untuk mendapatkan nilai tambah dari segala keadaan. “Itu bagian input diskusi saat ini. Kalau memang dibutuhkan teknis, kita akan improve,” terang pria yang hobi memasak itu.
Kata dia, bergabungnya Jakarta dengan Banten menjadi solusi ketimbang terjadi kekosongan pemerintahan. “Kan ibukota pindah. DKI itu kan khusus karena ibukota negara, lalu nanti akan apa. Itu bagian-bagian pemikiran kita sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, SDM unggul dan bonus demografi perlu wilayah. “Kalau memang terjadi takdirnya seperti itu, kenapa tidak,” tutur Al.
Sementara, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku, akan mengalahkan Jakarta. “Bukan menggabungkan, Jakarta akan kalah dengan kita. Lihat saja dia,” ujarnya.
Kata dia, saat ini Jakarta dihuni oleh pegawai pemerintahan, tapi apabila ibukota negara pindah, maka masyarakat Jakarta akan menjadi orang Banten semua. “Saya akan kalahkan. Kita punya Negeri di Atas Awan, penziarahan, punya lahan pertanian puluhan ribu hektare kosong. Saya embargo nanti, ayam segala enggak saya kirim ke sana,” tandas pria yang akrab disapa WH itu.
Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, kalau Jakarta mau gabung dengan Banten silakan. Tapi kalau tidak, Banten juga tidak mau menjadi bagian dari Jakarta. “Enggak ada untungnya Jakarta, enggak ada petani, enggak ada laut. Kita punya Negeri di Atas Awan, Banten Lama, Tanjung Lesung, lahan pertanian, gunung,” bebernya.
Pria lulusan UI itu mengatakan, pendapatan dan pariwisata Jakarta dengan Banten sudah kalah. Dicontohkan, Ancol dikalahkan dengan Anyar. “Memang saya mau kalahkan di semua sektor,” tandas WH. (nna/alt/ira)










