KRAMATWATU – Pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengalirkan gas ke rumah tangga di Kampung Bukit Batu, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu terbakar, Kamis (3/10).
Aisyah (50), salah satu warga sempat mendengar ledakan yang langsung mengeluarkan api dan membakar tumpukan kayu di dekat lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya menerjunkan satu unit kendaraan water foam berkapasitas 5.500 liter untuk melakukan pemadaman api. “Yang terbakar pipa gas,” kata Nana kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Kamis (3/10).
Pihaknya menerima laporan kebakaran pipa gas dari warga pukul 16.55 WIB. Tiga puluh menit kemudian tim pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pukul 17.45 WIB. “Situasi sudah kondusif,” kata Nana.
Nana memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga belum bisa memastikan kerugian yang dialami warga. Namun, akibat peristiwa tersebut saluran pipa gas terputus. Pihaknya dibantu pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) dan warga setempat untuk memadamkan api.
Camat Kramatwatu Wawan Setiawan membenarkan terjadinya kebakaran akibat kebocoran pipa gas. Namun ia memastikan hal tersebut tidak berbahaya karena api yang ditimbulkan cukup kecil. “Iya tadi ada kebakaran pipa gas, tapi aman kok,” ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror menambahkan, kebocoran pipa gas tidak berbahaya karena katupnya langsung tertutup secara otomatis. “Aman-aman aja kok, kan dari pihak PGN-nya juga langsung reaktif,” pungkasnya. (mg06/aas/ags)










