CILEGON – Duet Awab dan Iye Iman Rohiman pada Pilkada Kota Cilegon 2020 dinilai bisa menjadi ancaman bagi pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon petahana. Keduanya dianggap memiliki basis massa dan juga kekuatan logistik yang cukup sehingga harus menjadi perhatian serius lawan-lawannya.
Awab yang terakhir menjabat sebagai Kasat Intel Polres Cilegon dianggap memiliki jaringan luas. Sosoknya yang masih bagian dari besan keluarga besar mantan walikota Cilegon Tb Aat Syafaat bisa menjadi ancaman bagi soliditas keluarga Jombang (sebutan lain keluarga Aat Syafaat). Demikian juga Iye, yang tak lain adalah politikus senior Partai Golkar, juga disebut-sebut mempunyai kelompok pendukung yang fanatik.
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Syaeful Bahri menuturkan, pertarungan Pilkada Kota Cilegon 2020 akan tidak menguntungkan bagi petahana jika kandidat yang ikut bertarung hanya dua pasangan alias head to head.
Sejauh ini, petahana yang digembor-gemborkan akan maju pada pilkada nanti adalah Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati. Meski masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah belum dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ati dinilai harus sudah mulai mewaspadai pertarungan head to head. “Bu Ati enggak boleh head to head karena rawan,” ujar Syaeful, Jumat (25/10).
Kata Syaeful, titik kerawanan bagi Ati adalah massa mengambang, alias pemilih yang berada pada posisi netral dan belum menentukan pilihan. Menurutnya, massa mengambang di Kota Cilegon saat ini cukup banyak dan terbuka
“Jika hanya ada dua kandidat, massa tersebut bisa menjadi keuntungan bagi lawan petahana. Terlebih jika massa yang mengambang itu adalah masyarakat yang tidak menyukai kepemimpinan petahana,” ujarnya.
Beruntungnya, Ati didukung oleh Golkar. Partai yang memiliki jumlah kursi paling banyak di DPRD Kota Cilegon, serta telah menunjukkan kapasitasnya sebagai partai besar dengan berhasil mempertahankan jumlah kursi tersebut. “Jaringannya sudah ada,” ujar Syaeful.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas malah menilai pasangan Awab-Iye bukan ancaman serius bagi Ratu Ati Marliati. Sejauh ini, dia bilang, belum ada deklarasi secara resmi terkait duet Awab dan Iye.
Terlebih, tambah Sutisna, Awab pun saat ini masih menyandang status sebagai anggota Polri. “Itu kan baru sepihak, kalau pun duet itu jadi, Golkar tidak khawatirlah,” ujar Sutisna kepada Radar Banten.
Terkait status Iye yang secara resmi sebagai kader Golkar, menurut Sutisna, langkah-langkah yang telah dilakukan Iye belum dipersoalkan oleh partai, mengingat Iye belum secara resmi mendaftar di KPU Kota Cilegon.
Menurutnya, partai akan mengambil sikap setelah adanya pendaftaran resmi Iye ke KPU. Sejauh ini, Golkar masih mempersilakan. “Berarti itu menunjukkan ada kader Golkar yang menginginkan kebaikan untuk Kota Cilegon,” tuturnya. (bam/ibm/ira)










