SERANG – Sebanyak 15 unit laptop milik SMAN 1 Padarincang, Kabupaten Serang, raib digondol maling, Jumat (25/10) dini hari. Laptop untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) itu dicuri dari ruangan kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Padarincang.
Diduga aksi kawanan pencuri itu terjadi sekira pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB. Pelaku diduga masuk ke areal sekolah dengan melompati pagar belakang sekolah. Aksi kawanan maling itu tidak diketahui lantaran petugas keamanan sekolah sedang berada di pos jaga bagian depan sekolah.
Pelaku kemudian mendekati bangunan sekolah. Sasarannya, ruangan kepala sekolah (kepsek) SMAN 1 Padarincang. Pelaku mendobrak pintu ruangan tersebut. Namun, petugas keamanan tak mendengar suara gaduh lantaran lokasinya cukup jauh dari pos jaga.
Usai pintu ruangan terbuka, pelaku langsung menggeledah isi ruangan. Pelaku mendapati 15 unit laptop dan satu unit proyektor yang masih terbungkus boks. Belasan barang elektronik itu dibawa kabur maling dengan menyisakan boksnya saja. Diduga kawanan maling itu kabur juga melalui pagar belakang sekolah.
Aksi pencurian itu baru diketahui sekira pukul 07.00 WIB. Pihak SMAN I Padarincang terkejut saat melihat ruangan kepsek terbuka dengan kondisi pintu telah rusak. Saat diperiksa, belasan dus barang elektronik telah berserakan di lantai. Sementara barang elektronik yang belum sempat digunakan itu raib.
“Kalau penjaga ada, tapi enggak tahu keteledoran atau bagaimana,” kata salah satu guru SMAN 1 Padarincang Acep Mahmudin, kemarin (25/10).
Atas peristiwa itu, sekolah ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp60 juta. Pencurian itu juga dilaporkan ke Mapolsek Padarincang. “Kita sudah lapor ke polisi, ke Polsek Padarincang,” ucap Acep.
Sementara Ketua Komite SMAN 1 Padarincang Damami Muhriji mengatakan, belasan laptop itu adalah barang hibah dari Pemprov Banten untuk menunjang fasilitas UNBK. “Jadi, kita dapat 22 laptop, yang 15 masih dalam dus, ditaruhlah di ruangan itu, tahu-tahu tadi pagi (kemarin-red) tinggal dusnya saja,” katanya.
Damami mengatakan, pelaku diduga masuk lingkungan sekolah dengan meloncati pagar belakang sekolah. Karena, di halaman depan sekolah ada petugas keamanan yang berjaga. “Jadi, kalau tanah SMA Padarincang kan berbukit, gerbangnya ada di bawah bangunannya sekolah di atas. Kejadian ini berarti sudah yang kedua kalinya,” ucapnya.
Terpisah, Kapolsek Padarincang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Undang Juanda mengaku masih menyelidiki kasus pencurian tersebut. “Sudah diterima laporannya tadi pagi. Kanit Reskrim juga sudah ke sana untuk cek TKP (tempat kejadian perkara-red),” kata Undang.
Sejauh ini polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan mengamankan 13 dus laptop. “Untuk pelaku belum diketahui, masih dilidik (penyelidikan-red),” tutur Undang. (jek-mg05/nda/ira)










