SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaran Beladiri Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Banten memboyong delapan atlet terbaiknya pada ajang Pra PON 2019, November mendatang. Perebutan tiket PON Papua 2020 tersebut bakal berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Delapan atlet kempo Banten tersebut, yaitu Yohannes Parulian Nainggolan, Feric Julianto, Juan Riyadi, Alfian Firmansyah, M Irsyad Triaji Juniarso, Anis Saparia, Silvinaf Chawan, dan Zhalza Siti Nurhalizah.
Manajer tim kempo Pra PON Banten, Aan Sutaryat mengatakan, kontingen kempo Banten terdiri dari empat kelompok putra, tiga putri, dan satu kelompok campuran. Kelompok putra terdiri dari nomor randori perorangan 60 kilogram, randori perorangan 65 kilogram, randori perorangan 70 kilogram, dan embu berpasangan kyukenshi.
Kemudian, kelompok putri, randori perorangan 55 kilogram, randori perorangan 60 kilogram, embu berpasangan kyukenshi. Dan terakhir kelompok campuran nomor embu berpasangan kyukenshi.
“Untuk Pra PON kami akan berangkatkan delapan atlet. Semua atlet kempo Banten dalam kondisi fit dan siap untuk bertarung dengan atlet wakil Provinsi lain, nanti di Samarinda,” kata Aan, Jumat (25/10).
Dari nomor pertandingan yang diikuti atlet kempo Banten, Aan menilai semua punya peluang untuk merebut tiket PON Papua 2020. Yang terpenting bagi Aan, ialah semangat yang tinggi dalam bertarung serta tidak meremehkan lawan.
“Semua nomor ada peluang makanya kami bawa. Kami juga akan terus mempelajari atlet-atlet dari provinsi lain yang selama ini dianggap paling unggul dan mencoba melakukan sport intelegensi untuk menyiasati persaingan,” jelas Aan.
Sementara itu, Plt Wakil Ketua Pengprov Perkemi Banten Ahmad Rizalul Fikri mengaku, lebih menjagokan nomor tarung atau randori pada Pra PON 2019 nanti. “Berkaca dari tahun sebelumnya yang hanya lolos satu orang. Itu pun yang diberangkatkan hanya dari nomor randori. Maka, kami belajar dari hal tersebut,” ungkap Rizal. (rbs/nda/ira)








