LEBAK – Sebanyak sembilan SMK dan enam SMA di Kabupaten Lebak masih numpang belajar di gedung SMP dan madrasah di Lebak. Namun demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) SMA dan SMK filial tersebut tetap berjalan dengan baik dan lancar.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, sekolah filial yang masih numpang belajar di sekolah lain, yaitu SMKN 1 Kalanganyar, SMKN 1 Sajira, SMKN 2 Malingping, SMKN 1 Panggarangan, SMKN 1 Maja, SMKN 1 Leuwidamar, SMKN 1 Cihara, SMKN 2 Cihara dan SMKN 1 Wanasalam. Selanjutnya, SMAN 4 Rangkasbitung, SMAN 4 Panggarangan, SMAN 3 Panggarangan, SMAN 2 Cijaku, SMAN 1 Cirinten, SMAN 2 Muncang.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Wilayah Lebak A Sirojudin Alfarisy mengatakan, KBM di 15 SMA dan SMK di Lebak masih belum ideal, karena numpang di SMP dan madrasah. Karena itu, Dindikbud Banten menyampaikan apresiasi kepada Dindikbud Lebak yang telah mendukung kelangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah atas yang menjadi tanggungjawab Pemprov Banten.
“Saya bersilaturahim dengan Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi dan jajaran. Tujuannya ingin menyampaikan terima kasih, karena Dindikbud Lebak telah mendukung pendidikan SMA dan SMK di Lebak,” kata Sirojudin kepada Radar Banten, kemarin.
Pemprov Banten secara bertahap akan membangun unit sekolah baru (USB) untuk 15 sekolah yang sekarang masih menumpang KBM di SMP dan madrasah. Karena itu, dia meminta kepada para peserta didik untuk tetap semangat dalam melaksanakan KBM, sehingga kualitas pendidikan di Lebak sejajar dengan kabupaten kota lain di Banten. Walaupun sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan masih terbatas.
“Saya tekankan kepada kepala sekolah induk dan kepala sekolah filial bersama para pendidik untuk tetap semangat dalam melaksanakan KBM. Tunaikan kewajiban dalam mendidik generasi muda Lebak yang handal dan berkarakter,” ungkapnya.
Kepala Dindikbud Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, Dindikbud Lebak tidak mempersoalkan bangunan SMP digunakan untuk KBM SMA dan SMK filial. Karena, anak-anak yang belajar di sana merupakan warga Kabupaten Lebak yang membutuhkan ruangan untuk KBM. Jika dilarang mereka akan belajar di mana. Padahal Bupati Iti Octavia Jayabaya memiliki visi Lebak cerdas. Program tersebut harus didukung semua elemen masyarakat, termasuk Dindikbud Provinsi Banten.
“Kami senang bangunan sekolah SMP dimanfaatkan KBM SMA dan SMK. Tapi, kami minta kepada semuanya untuk ikut menjaga dan memelihara fasilitas yang ada di sekolah tersebut,” tukasnya. (tur/air)









