SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII di Hotel Aston, Kota Serang, Kamis, 26 Oktober 2023.
Musda itu digelar untuk menentukan siapakah orang yang akan menahkodai REI Banten selama periode 2023-2026 nanti.
Musda VIII diikuti dua calon yakni demisioner Ketua DPD REI Banten periode 2020-2023 Roni H Adali dan penantangnya Liley. Keduanya saling tarung gagasan visi dan misi dalam musda ini.
Roni yang jadi pertahana mengaku maju lagi sebagai calon ketua DPD REI Banten Periode 2023-2026 karena mendapatkan dorongan dari para anggota untuk maju sebagai diperiode kedua ini.
“Teman-teman meminta saya untuk maju lagi, jadi mau gak mau saya maju lagi sebagai calon ketua di periode kedua ini,” kata Roni saat ditemui di sela-sela musda.
Sebagai petahana, Roni mengungkapkan, saat ini industri perumahan saat ini dihadapi oleh beberapa tantangan, di antaranya Pemilu 2024 yang sebentar lagi tiba. Menghadapi Pemilu 2024 nanti, industri real estate haruslah kompak dengan tidak terlibat dalam politik praktis dan hal-hal yang dapat memecah belah organisasi.
Selain itu, terdapat beberapa tantangan lainnya seperti naiknya suku bungga bank menjadi 6 persen. Naiknya suku bunga ini akan sangat dirasakan oleh para pengembang yang berada di industri perubahan kormersial.
“Perkembangan teknologi juga menjadi tantangan buat kita, yang mana kita harus paham dan mengikuti alur perkembangan teknologi yang cepat ini. REI Banten, saat ini tengah bertransformasi dari sistem manual ke sistem berbasis teknologi,” ungkapnya.
Dirinya berharap musda kali ini yang diikuti oleh ratusan pengembang di Banten dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Serta pemimpin yang terpilih memiliki integritas, amanah, membantu dan melayani anggota, serta dapat membawa REI Banten lebih bersinar.
“Semoga Musda VIII berjalan sesuai dengan harapan, dan melahirkan pemimpin yang akan membawa REI Banten semakin bersinar,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Roni menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah termasuk Pemkot Serang yang merupakan ibukota Provinsi Banten. Terlebih Walikota Serang sudah memberikan kemudahan untuk berinvestasi di Kota Serang.
“REI Banten bersama Pemkot Serang Sama-sama punya tujuan mengembangkan Kota Serang. Kami juga memiliki program kemitraan antara pengembang nasional dan daerah, maka monggo berinvestasi di Kota Serang, karena ini sedang dalam pengembangan yang bagus, dan pak wali pasti akan support,” tuturnya.
Hadir dalam acara Musda itu, Walikota Serang Syafrudin menyebut bahwa industri perumahan telah menjadi industri yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kota Serang. Katanya, dari nilai PAD sebesar Rp300 miliar, 40 persennya berasal dari perumahan atau investasi properti.
“Banyak yang sudah diberikan oleh para pengembang, karena di kota ini tidak ada industri, hanya ada perdagangan barang dan jasa, tapi mereka sudah bisa memberikan kontribusi yang banyak,” katanya.
Pihaknya membuka keran lebar bagi perusahaan atau pengembang yang akan berinvestasi di Kota Serang. Ia memastikan, proses perizinan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Insya Allah segala sesuatunya seperti perizinan dan lainnya dijamin tidak ada yang sulit, akan kami permudah,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











