SERANG – Lima rute ruas jalan di Lingkungan Kaujon, Kelurahan Serang, akan diberlakukan sistem satu arah. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas itu lantaran kawasan tersebut kerap terjadi kemacetan.
Kelima rute tersebut mulai dari Alun-alun Kota Serang, rute dari Benggala Kubang, dan rute dari pertigaan Kaujon Kidul. Lalu, rute dari Jalan Empat Lima Ciracas UPI dan Cikulur, serta rute dari Jalan Amin Jasuta Brimob dan jalan Kagungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Maman Lutfi menjelaskan, rencana penerapan sistem satu arah di lima rute kawasan Kaujon karena kemacetan di Kaujon cukup parah. “Kita amati, masalahnya mulai masuk dari Alun-alun menuju Kaujon yang titik kumpul crowded-nya di depan Al Azhar,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/10).
Untuk mengurai kemacetan itu, ucap Maman, diberlakukan rekayasa lalu lintas yang salah satu alternatif penerapannya dengan sistem satu arah. Hanya saja, sebelum diberlakukan secara permanen, perlu dilakukan uji coba lebih dahulu.
Uji coba sudah dilakukan Dishub Kota Serang dan Polres Serang Kota mulai Selasa (29/10). “Uji coba untuk mengukur efektivitas dari rekayasa lalu lintas ini di kawasan Kaujon selama dua minggu ke depan,” kata Maman.
Rencananya, pemberlakuan akan dilakukan Senin sampai Jumat mulai pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. “Hal yang menjadi perhatian khusus karena kemacetan parah saat jam masuk sekolah,” kata Maman.
Menurutnya, uji coba untuk melihat tingkat keparahan kemacetan yang terjadi sebelum dan sesudah pelaksanaan satu arah. Selain itu, sebagai bahan sosialisasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat sebelum kebijakan satu arah di Kaujon benar-benar dilaksanakan.
Kata Maman, setelah ada hasil dari uji coba, pihaknya akan kembali melakukan kajian sehingga penerapannya benar-benar sesuai tujuan awal. “Forum lalu lintas sudah sepakat, termasuk camat, lurah, RT, dan RW. Tapi , kita butuh masukan dari masyarakat sekitar. Makanya, kita uji coba untuk menangkap respons masyarakat,” katanya.
Kepala Seksi Operasi Dishub Kota Serang Bambang Riyadi mengatakan, uji coba kemarin cukup lancar. Ada 20 petugas yang dikerahkan untuk mengawal uji coba. “Besok (hari ini-red) kita lanjutkan kembali,” katanya.
Kata dia, dalam uji coba ada beberapa alat peraga lalu lintas yang disertakan. Di antaranya rambu petunjuk arah portabel, lampu warning, dan fasilitas lain. “Termasuk petugas pembimbing bagi masyarakat yang belum mengetahuinya,” kata Bambang.
Selain untuk mengukur efektivitas sistem, uji coba juga untuk melakukan sosialisasi secara luas kepada masyarakat. “Apa yang kami lakukan untuk mengurai kemacetan. Makanya, kita akan terus lakukan evaluasi,” ujarnya. (ken/alt/ira)









