SERANG – Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, akan memasuki tahap pengeboran. Pengeboran tersebut rencananya dilakukan dalam waktu dekat ini.
Informasi ini pun dibenarkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Eko Palmadi. Kendati demikian, Eko tidak menyebutkan secara detail kapan pihak perusahaan akan mulai melakukan tahap pengeboran untuk proyek pembangkit listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) tersebut. “Kalau pengeborannya memang dari pihak perusahaan sudah siap secara teknis. Tapi, tinggal ada beberapa proses lagi yang perlu dilakukan,” kata Eko saat dihubungi Radar Banten, Senin (5/3).
Ia menerangkan, tahap pengeboran di Padarincang dilakukan perusahaan untuk mengetahui potensi panas bumi di lokasi tersebut. Pengeboran itu juga baru sebatas eksplorasi untuk kebutuhan penelitian mengenai potensi geothermal.
“Jadi, belum masuk ke tahap untuk eksploitasinya, baru eksplorasi,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Banten, pihak perusahaan dari PT Sintesa Banten Geothermal berencana untuk memulai tahap pengeboran proyek PLTP di Gunung Prakasak pada 7 Maret 2018. Dari informasi itu, pihak perusahaan diketahui perlu menunggu terlebih dahulu hasil pengukuran feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk mengonfirmasi titik pengeboran yang akan dipakai.
Dalam kesempatan berbeda, Eko juga mengatakan bahwa proyek pengeboran sumur di Gunung Prakasak merupakan uji coba untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi. Jika di sana tidak membuahkan hasil, proyek pengerjaannya bisa bergeser ke sisi yang lain. “Karena ada tiga titik di sana yang berpotensi bisa menghasilkan panas bumi,” katanya.
Ia pun mengklaim bahwa proyek pembangunan geothermal di Padarincang akan ramah terhadap lingkungan dan memiliki potensi yang kecil untuk merusak lingkungan di sekililingnya. Menurutnya, proyek geothermal berbeda jauh dengan contoh proyek pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan pokoknya.
Gubernur Banten Wahidin Halim sebelumnya juga menegaskan bahwa dirinya mendukung rencana pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal yang berlokasi di Kecamatan Padarincang itu. “Jalan terus saja, kan di sana juga baru penelitian. Jadi, ya biarin jalan saja,” katanya. (Rifat/RBG)











