CILEGON – Setelah Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar penjaringan, kini giliran Partai Gerindra yang membuka seleksi bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. Sampai kemarin, sudah dua bakal calon yang mendaftar di Gerindra, yakni Reno Yanuar dan Ratu Ati Marliati.
Sejumlah pengurus PDIP Kota Cilegon terlebih dahulu mendatangi kantor DPD Gerindra Provinsi Banten, di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kota Serang, pada 1 November lalu. Kader-kader partai berseragam merah itu mendaftarkan Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar. Sedangkan pengurus DPD Partai Golkar Kota Cilegon mendaftarkan kadernya, Ratu Ati Marliati, Senin (4/11).
Wakil Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Tb Amri Wardhana menuturkan, langkah politik yang dilakukan pihaknya ke Gerindra dan partai politik lain sebagai bentuk keseriusan PDIP dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020 mendatang. “Sama dengan yang dilakukan ke Partai NasDem dan PAN, kami ke Gerindra juga berharap dukungannya,” kata Amri.
Menurut Amri, selain sebagai bentuk keseriusan, langkah politik itu dilakukan karena PDIP memerlukan mitra koalisi agar bisa mengusung pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. “Saat ini kami sedang menyamakan platform dengan partai-partai yang ada di Kota Cilegon. Kita akan menggalang kekuatan dengan menyamakan persepsi,” ujar Amri.
Meski sejauh ini DPC PDIP Kota Cilegon masih mengusung Reno sebagai bakal calon walikota, tambah Amri, pihaknya tidak menutup kemungkinan bila posisinya hanya sebagai wakil walikota Cilegon. Hal tersebut, lanjut Amri, bergantung pada proses politik yang berlangsung selama ini hingga masa pendaftaran pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. “Politik kan dinamis, kita lihat nanti perkembangannya bagaimana,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas menuturkan, kendati telah memenuhi persyaratan untuk mengusung pasangan bakal calon kepala daerah tanpa berkoalisi, Partai Golkar tetap berupaya untuk membangun kerja sama dengan partai politik lain untuk bersama-sama membangun Kota Cilegon. “Kita ingin Partai Golkar selalu berdampingan dengan partai politik lain,” tuturnya.
Dijelaskan Sutisna, sesuai amanat organisasi, DPD Partai Golkar akan mengikuti penjaringan yang digelar oleh partai politik lain sesuai dengan keputusan rapat pengurus harian. “Kalau soal koalisi, akan dibahas di Rapimdasus,” tuturnya.
Sementara itu, pengurus Partai Gerindra Kota Cilegon Sokhidin menuturkan, sejauh ini baru dua partai politik tersebut yang datang untuk mengikuti penjaringan yang digelar oleh Gerindra. Menurutnya, hingga saat ini, Gerindra masih terbuka kepada seluruh partai politik dan tokoh di Kota Cilegon yang berkeinginan untuk maju di pilkada tahun 2020 mendatang. “Komunikasi masih kita buka dengan siapa pun, salah satunya dengan penjaringan ini,” ujarnya.
Dilanjutkannya, keputusan akhir tentang tokoh mana yang akan mendapatkan restu atau dengan partai mana Gerindra berkoalisi berada di tangan DPP Partai Gerindra. Namun, rangkaian kegiatan politik yang saat ini dibuka oleh Gerindra menjadi salah satu pertimbangan DPP.
Diketahui, Gerindra Kota Cilegon memiliki enam kursi di DPRD Kota Cilegon. Sebagai partai pemenang kedua setelah Golkar, jumlah kursi yang dimiliki Gerindra masih kurang sebagai syarat pencalonan walikota, yakni delapan kursi. “Makanya, kami buka peluang koalisi dengan siapa pun. Masih sangat terbuka,” ungkap Sokhidin. (bam-ibm/ira)









