SERANG – Calon petahana Ratu Tatu Chasanah selalu tampil paling awal pada beberapa proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di beberapa partai politik (parpol). Politikus Partai Golkar ini juga sudah mengantongi beberapa parpol untuk kendaraan di Pilkada 2020.
Kemarin (4/11), DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di Sekretariat DPD PAN Kabupaten Serang, Jalan Ciptayasa, Kecamatan Ciruas. Di hari pertama penjaringan, Tatu yang pertama mengambil berkas formulir melalui timnya.
Sebelumnya tim Tatu juga mendaftar di hari pertama pembukaan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang. Kemudian, Tatu juga mendaftar di DPC Partai NasDem. Di partai ini, Tatu menjadi satu-satunya calon bupati yang mendaftar. Jauh beberapa pekan sebelumnya, Tatu juga tak mau ketinggalan mengambil formulir di DPC PDIP Kabupaten Serang.
Saat ini istri dari pengusaha John Chaidir itu sudah mengantongi empat parpol untuk kembali maju di Pilkada. Yakni, Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Meskipun belum ada rekomendasi resmi dari DPP, partai-partai itu sudah menyatakan sikap melalui pengurus daerahnya.
Tatu mengakui sudah memerintahkan timnya untuk mengambil formulir penjaringan di PAN. Ia mengaku, sudah berkomunikasi dengan seluruh parpol di Kabupaten Serang. “Kalau soal memastikan dukungannya, saya belum bisa memastikan, tapi karena mereka ada tahapan membuka penjaringan saya coba ikut, karena saya ingin didukung oleh semua partai yang membuka penjaringan,” katanya.
Sekretaris DPD PAN Kabupaten Serang Heri Triana mengatakan, sudah ada tiga nama yang berkomunikasi akan mendaftar di penjaringan PAN. Yakni, Ratu Tatu Chasanah, Ketua ICMI Orwil Banten Profesor Lili Romli, dan politikus PKB Wahyu Papat Juni Romadonia.
Selain itu, kata dia, ada kader internal PAN yang akan mendaftarkan diri yakni Ketua DPW PAN Banten Masrori. Meski sebelumnya Masrori sudah ditetapkan menjadi bakal calon bupati dari PAN, kata Heri, pihaknya sampai saat ini belum memutuskan untuk mengusung satu nama. Namun, keputusan itu akan ditetapkan melalui proses penjaringan. “Jadi walaupun kader PAN, tetap prosesnya melalui penjaringan,” ujarnya.
Dikatakan Heri, proses penjaringan di PAN akan berlangsung hingga 18 November 2019. Setelah itu, pihaknya akan menyampaikan hasil penjaringan kepada DPP PAN. “Kita terbuka kepada semua orang pada penjaringan ini,” ucapnya.
Sementara itu, politikus PKB Wahyu Papat Juni Romadonia mengambil formulir pendaftaran di penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang. Wahyu Papat datang ke Sekretariat DPD Gerindra Banten di Jalan Karundang, Kota Serang ditemani Sekertaris DPC PKB Kabupaten Serang Nurpan dan beberapa Staff.
Dalam kesempatan tersebut Wahyu Papat menuturkan dirinya siap bertarung dengan siapa pun. Sebab menurutnya bertarung tidak harus menunggu siapa lawannya. “Saya siap bertarung siapa pun lawannya namanya bertarung kan tidak melihat siapa lawan ya yang penting kita terus maju dan ada ada tekad bulat untuk memajukan masyarakat Kabupaten Serang,” katanya.
Ia menilai saat ini Kabupaten Serang belum mengalami perubahan signifikan. Oleh karena itu, ia bertekad untuk maju di Pilkada 2020 sebagai calon bupati. “Saya ngambil pendaftaran dari Gerindra untuk mendaftar jadi calon bupati. Saya rencana akan mengembalikan formulir di hari Minggu tapi nanti jamnya belum pasti tapi yang pasti hari Minggu,” tukasnya.
Sementara itu Ketua DPC Gerindra Kabupaten Serang Syamsul Rizal mengatakan, ada dua tokoh yang mendaftar di hari keempat penjaringan. Yakni, Wahyu Papat dan Eki Baehaki. Sekadar diketahui, Eki merupakan anak dari mantan bupati Serang Achmad Taufik Nuriman (ATN). “Iyah benar Kang hari ini (kemarin-red) Wahyu Papat dan Eki Baihaki ngambil formulir,” ujarnya. (jek-ken/zee/ags)









