BALARAJA – Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkudu, Kecamatan Balaraja mulai membagikan beras untuk warga terdampak Covid-19. Bantuan beras 13.890 kilogram berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Banten yang datang sejak dua hari lalu.
Kepala Desa Cangkudu, Abdullah melalui Sekretaris Desa Ahmad Romdoni mengatakan, beras diberikan langsung kepada penerima. Untuk menghindari kerumunan warga, setiap kepala keluarga (KK) menerima 10 kilogram.
Romdoni menuturkan, sudah mendata keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. Termasuk untuk menerima bantuan beras yang jumlahnya sebanyak 1.389 KK. Ia menegaskan, tidak ada keluarga aparatur desa yang menerima bantuan.
Ia memastikan, keluarga yang menerima beras dipasitkan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) terdampak Covid-19. Baik yang berasal dari Kemensos, Pemprov Banten, Pemkab Tangerang hingga anggaran desa. Ataupun terdaftar sebagai penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) maupun program keluarga harapan (PKH).
“Apabila dilapangan didapati ada yang menerima beras tetapi sudah menerima bantuan sosial. Maka kami akan berikan kepada keluarga lain yang belum menerima. Ketika itu juga langsung diganti,” katanya kepada Tangerang Ekspres (Radar Banten Group), Senin (21/12).
Romdoni mengatakan, pembagian beras diusahakan dari rumah ke rumah. Sebab, tidak memungkinkan penerima mengambil dari setiap RT ataupun RW. Petugas desa yang membagikan, kata Romdoni, sudah dilengkapi dengan data penerima.
Kata dia, bantuan bisa langsung dipindahkan kepada keluarga lain apabila terdapat kesalahan data penerima. Sehingga, ia memastikan, tidak ada penerima bantuan ganda sebagai warga terdampak pandemi virus corona.
“Bisa dipastikan tidak ada keluarga saya ataupun pak kades yang menerima bantuan beras. Kita dahulukan warga yang memang pantas menerima. Ini pertama kali bantuan beras dari Pemprov datang sebelumnya tidak ada selain bansos,” jelasnya. (sep/air)








