Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten menggelar webinar Ketahanan Keluarga untuk Melahirkan Generasi Berkualitas di Era 4.0 bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten. Webinar yang diikuti sekira 100 peserta dari perwakilan pemerintah kabupaten/kota dan organisasi perempuan se Banten ini menghadiri artis Mona Ratuliu sebagai narasumber dan Ketua BKOW Provinsi Banten yang juga Anggota DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa. Hadir juga Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina sebagai keynote speaker.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, delapan fungsi keluarga perlu dijaga untuk mencapai kesejahteraan. Kedelapan fungsi keluarga itu adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. “Untuk itu, perempuan harus punya prioritas untuk menjaga ketahanan keluarganya,” ujar Nina.
Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga untuk menciptakan generasi yang berkualitas di era 4.0 ini. Pertama adalah ketahanan ideologi dan keagamaan yang inklusif. Kedua, ketahanan kesehatan dan mental yang kuat. Ketiga, ketahanan pendidikan dan karakter yang kuat. Selanjutnya, ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial. Terakhir, ketahanan energi dan lingkungan.

Melihat dampak pandemi Covid-19 bagi sangat luar biasa bagi ketahanan keluarga, istri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ini mengatakan, perempuan harus mampu menjaga ketahanan keluarga dengan sabar, syukur, ikhlas, dan gotong royong.
Pada kesempatan itu, artis Mona Ratuliu mengatakan bahwa pembelajaran secara online harus terus didampingi orangtua, sehingga dampak-dampak negatif dari gadget dapat diminimalisir untuk menjaga ketahanan keluarga. Bahkan, sisi positif dari gadget di era 4.0 ini justru dapat meningkatkan ketahanan keluarga, termasuk anak-anak. “Ada juga hal positif yang dapat dilakukan melalui gadget oleh anak-anak, selama dalam pendampingan orangtua. Misalnya saja lebih mudah belajar berbagai bahasa dan lain sebagainya,” ujar Mona. (adv)











